Kaltara a1. com, TANJUNG SELOR – Fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.
Merespons kondisi tersebut, Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat serta PT Pertamina (Persero) untuk mencari solusi cepat, salah satunya melalui penambahan kuota BBM.
“Kita selalu koordinasi dengan pusat, terutama ke pihak Pertamina untuk bisa menambah kuota di Kaltara. Karena kita tahu bahwa beberapa hari ini memang kita monitor di lapangan begitu panjang antrean di SPBU,” kata Zainal usai menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor, Kamis.
Faktor Penyebab dan Masalah Logistik
Antrean mengular yang dialami warga di berbagai SPBU ditengarai terjadi akibat tingginya konsumsi harian masyarakat yang belum seimbang dengan ketersediaan stok pasokan lokal. Selama ini, pasokan BBM untuk wilayah Kaltara masih bertumpu pada fasilitas penyimpanan (storage) yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Jarak tempuh dan ketergantungan pada rantai pasok antarpulau atau antardaerah ini dinilai menjadi salah satu titik rawan yang memicu keterlambatan distribusi saat pasokan di tingkat regional terhambat.
Solusi Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Sebagai langkah cepat (short-term solution), Pemprov Kaltara terus mendesak Pertamina agar segera merealisasikan penambahan alokasi kuota BBM serta memperlancar ritme pengiriman tangki BBM dari Berau ke SPBU-SPBU di Kaltara.
Sementara untuk solusi permanen, Gubernur Zainal menekankan pentingnya kemandirian energi di Kaltara. Pemprov telah merancang pembangunan storage BBM mandiri di wilayah Kaltara yang ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027 mendatang dengan menggandeng investor swasta.
“Kita berupaya membangun storage di Kaltara sehingga kebutuhan BBM tidak lagi bergantung dari Berau. Namun untuk saat ini, penambahan kuota dan kelancaran distribusi harian dari Pertamina menjadi fokus utama yang terus kita dorong demi kenyamanan masyarakat,” pungkas Zainal.





