Pemprov Kaltara Dorong Industrialisasi, Tanah Kuning-Mangkupadi Mulai Tunjukkan Hasil

redaksi

Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong percepatan transformasi ekonomi melalui pengembangan kawasan industri dan hilirisasi sumber daya alam. Salah satu perkembangan yang mulai menunjukkan hasil nyata terlihat di kawasan Tanah Kuning-Mangkupadi, Kabupaten Bulungan.

Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang mengatakan, perkembangan aktivitas industri di kawasan tersebut menjadi salah satu capaian yang patut disyukuri. Pasalnya, keberadaan kawasan industri kini mulai memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah, terutama melalui penyerapan tenaga kerja.

Hal itu disampaikan Zainal usai memimpin Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, aktivitas industri di kawasan tersebut saat ini telah menyerap sekitar 11 ribu tenaga kerja. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investasi yang masuk ke Kaltara mulai memberikan dampak konkret terhadap masyarakat.

“Ini merupakan suatu kebanggaan kita di Kaltara, karena kita tahu bahwa sampai saat ini sudah 11 ribu tenaga kerja yang bekerja di lokasi tersebut,” ujar Zainal.

Baca Juga  Pelatihan Akses Pasar Global Solusi UMKM Bersaing di Pasar Internasional

Tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, perkembangan kawasan industri juga mulai membentuk ekosistem ekonomi baru di sekitar kawasan. Aktivitas ribuan pekerja turut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat dan pekerja.

Pemprov Kaltara melihat kondisi tersebut sebagai bagian dari efek berganda investasi. Karena itu, pembangunan kawasan industri tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan pabrik dan kegiatan produksi, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pendukung di daerah.

Perkembangan lainnya yang menjadi perhatian Pemprov Kaltara adalah mulai berjalannya kegiatan pengolahan industri di kawasan tersebut. Salah satunya melalui industri pengolahan aluminium yang telah memasuki tahapan produksi dan ekspor.

Baca Juga  Bersama OPD Pemprov Terkait, DPRD Kaltara Bahas Raperda Keterbukaan Informasi Publik

Zainal menyampaikan, aktivitas smelter di kawasan industri tersebut telah menghasilkan produk yang mulai menembus pasar internasional.

“Kita juga bersyukur bahwa kegiatan smelter di kawasan ekonomi khusus di KIPI di wilayah Kabupaten Bulungan ini sudah melakukan kegiatan ekspor,” katanya.

Menurut Pemprov Kaltara, perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa agenda hilirisasi mulai bergerak dari sekadar pembangunan infrastruktur menuju aktivitas ekonomi yang menghasilkan produk bernilai tambah.

Kondisi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Kaltara mengurangi ketergantungan terhadap pengiriman komoditas dalam bentuk bahan mentah. Melalui hilirisasi, sumber daya yang tersedia di daerah diharapkan dapat diolah menjadi produk industri sebelum dipasarkan ke dalam maupun luar negeri.

Pemprov Kaltara juga terus membuka peluang masuknya investor dan tenant baru ke kawasan Tanah Kuning-Mangkupadi. Pemerintah daerah menilai keberadaan industri baru akan memperkuat rantai pasok, memperluas kesempatan kerja, sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga  Gubernur Zainal Harapkan Pengalihan PI 10 Persen Dapat Memperkuat Kemandirian Ekonomi Daerah

Bagi Kaltara, pengembangan kawasan industri memiliki posisi strategis dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru. Integrasi antara industri, energi, logistik dan hilirisasi diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan nilai tambah perekonomian daerah.

Ke depan, Pemprov Kaltara menargetkan manfaat pembangunan industri dapat semakin dirasakan masyarakat. Tidak hanya melalui penyerapan tenaga kerja, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal, pertumbuhan UMKM, jasa pendukung, serta terbukanya peluang usaha baru.

Dengan perkembangan investasi, penyerapan tenaga kerja, berjalannya industri pengolahan dan dimulainya ekspor, kawasan Tanah Kuning-Mangkupadi mulai memasuki fase penting dalam perjalanan industrialisasi Kaltara.

Pemprov Kaltara pun terus mendorong agar momentum tersebut dapat dijaga dan dikembangkan sehingga kawasan industri tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Utara. (*)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer