Ancaman kabut asap kian memburu, kualitas udara Tanjung Selor melonjak ke level sangat tidak sehat

redaksi

​Kaltara a1. Com. TANJUNG SELOR — Kualitas udara di wilayah Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, memburuk hingga menembus level sangat tidak sehat setelah konsentrasi partikulat halus (PM2.5) melonjak tinggi.

​Berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan-Bulungan, nilai konsentrasi PM2.5 pada pukul 14.00 WITA tercatat mencapai angka 161,8 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut masuk dalam kisaran parameter 150,5 hingga 250,4 mikrogram per meter kubik yang dikategorikan sebagai kondisi udara sangat tidak sehat dan berpotensi memicu masalah kesehatan bagi masyarakat luas.

Baca Juga  Pastikan Deliniasi Tanjung Palas Timur dan Peso

​Forecaster On Duty BMKG Tanjung Harapan-Bulungan, Magdalena, membenarkan lonjakan drastis angka polutan udara tersebut saat dikonfirmasi.

​”Berdasarkan pantauan kita pukul 14.00 WITA, nilai konsentrasi PM2.5 wilayah Tanjung Selor sebesar 161,8 mikrogram per meter kubik dengan status kategori sangat tidak sehat,” ujar Magdalena.

​Ia menambahkan bahwa tren kenaikan kadar partikulat berbahaya tersebut sejatinya telah terdeteksi merambat naik sejak pagi hari. Data menunjukkan konsentrasi PM2.5 berada di angka 69,9 mikrogram per meter kubik pada pukul 10.00 WITA, lalu melesat ke 108,1 mikrogram per meter kubik pada pukul 11.00 WITA, hingga terus merangkak naik melewati 130,4 mikrogram per meter kubik pada tengah hari sebelum akhirnya menyentuh level puncaknya pada sore hari.

Baca Juga  Bawaslu Kaltara Gandeng Media Awasi Pilkada 2024

​”BMKG mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi kualitas udara, terutama kelompok yang rentan terhadap gangguan akibat polusi udara,” tegas Magdalena mengenai langkah antisipasi yang harus dilakukan warga setempat.

​Kondisi udara yang memburuk akibat kembali pekatnya kabut asap mulai dirasakan langsung dampaknya oleh warga dalam menjalankan aktivitas harian. Ahmad (31), salah seorang warga Tanjung Selor, mengaku terkejut karena ketebalan kabut asap meningkat tajam dibanding beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga  Dinsos Kaltara Maksimalkan Layanan Kesejahteraan Masyarakat

​”Hari ini kabut muncul lagi, tapi pagi waktu saya mau turun kerja sudah mulai tebal, kalau begini udara yang kita hirup bisa menggangu pernafasan seperti batuk-batuk,” kata Ahmad mengeluhkan kondisi udara saat beraktivitas di luar rumah. (*/Hai)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer