Satu Orang Siswa Polri, Meninggal Dunia Saat Mengikuti Pendidikan Di SPN Malinau

redaksi

Ads - After Post Image

Kaltaraa1.com TANJUNG SELOR – Seorang Siswa Polri, Dwi Cahyo Saputro (19), yang tengah menjalankan pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Malinau, Kaltara dikabarkan meninggal dunia, pada saat giat olahraga malam, Sabtu (29/7/2023).

Siswa tersebut sempat dilakukan pertolongan, namun nyawanya tidak terselamatkan, hingga Minggu (30/7/2023), pukul 02.50 wita, pihak RSUD Malinau menyatakan pasien tersebut meninggal dunia.

Dwi Cahyo Saputro merupakan Siswa asal pengiriman Polres Nunukan, Kaltara, Jalur Rekpro. Diwartakan melalui rilis resmi Polres Nunukan, bahwa pada Sabtu 29 Juli 2023, sekira pukul 21.00 wita, siswa Dwi Cahyo Saputro tidak sadarkan diri saat melaksanakan olaraga malam.

Dengan kronologis sebagai berikut, pada pukul 20.30 wita, piket pengasuh mengumpulkan siswa untuk melaksanakan apel malam di depan barak SPN Malinau.

Selanjutnya, pada saat apel, piket pengasuh menyampaikan kepada para siswa, yang merasa sakit untuk keluar barisan karena akan dilaksanakan giat olaraga malam.
Kemudian, pukul 20.45 wita, para siswa yang merasa sakit dipisahkan, membentuk barisan dan menunggu di lapangan apel depan barak. “Tidak mengikuti olahraga malam,” sumber rilis.

Sementara, siswa yang lain diperintahkan untuk melaksanakan lari malam sebanyak 2 kali putaran,lokasi seputaran wilayah SPN Kaltara. Piket pengasuh, menyebar di sekitar jalan yang dilewati siswa untuk dilakukan pengawasan.

Setelah melaksanakan olaraga malam, saat hendak memasuki lapangan apel SPN Kaltara, seorang siswa atas nama Dwi Cahyo Saputro, 19 tahun, laki-laki asal peleton 2 Kompi D, Alamat Jalan Dinas Salam, RT 08 Desa Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Nunukan, sedang dipopong oleh dua orang siswa.

Saat dipopong tiba-tiba siswa tersebut tidak sadarkan diri. kemudian piket pengasuh langsung mendatangi siswa tersebut dan memeriksa kondisinya. Kemudian ia dibaringkan, di lapangan apel SPN Polda Kaltara.

Selanjutnya, memanggil personil klinik yang berjaga. Pada pukul 21.00 wita, piket pengasuh membawa siswa tersebut ke ruang kesehatan, dilakukan pemeriksaan tekanan darah 140/90, pemeriksaan nadi 115 dan suhu badan 40,5⁰C.

Kemudian, pada pukul 22.30 wita, setelah berkoordinasi dengan dokter penanggung jawab, diperintahkan untuk memasang infus.Pada pukul 22.45 wita, dokter datang, kemudian langsung diperiksa. Hasil pemeriksaan, siswa tersebut mengalami penurunan kesadaran yang dicurigai akibat headstroke.

Selanjutnya, pukul 23.00 wita, siswa tersebut dirujuk ke RSUD malinau dengan menggunakan mobil ambulance, guna penanganan lebih lanjut. “Pada pukul 02.50 wita S
Siswa atas nama Dwi Cahyo Saputro dinyatakan meninggal dunia oleh pihak Dokter RSUD Malinau,” sumber rilis Polres Nunukan. Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Aditya Jaya, Melalui Kabid Humas, Kombes Pol Budi Rachmat, belum berkomentar terhadap kasus ini, hingga berita ini ditayangkan.

Bagikan:

Ads - After Post Image

Tinggalkan komentar