Bupati Pesan Alokasi Dana Desa Disisihkan untuk Penanganan Stunting

redaksi

Ads - After Post Image

Kaltaraa1.com BULUNGAN – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si membuka bimbingan teknis (bimitek) tim percepatan penurunan stunting kecamatan dan desa se-Kabupaten Bulungan di Auditorium Lantai 3 Universitas Kaltara pada Senin (30/10). Bupati berpesan agar pada 2024, desa-desa di Bulungan dapat menyisihkan alokasi dana desa untuk program percepatan penurunan stunting.

“Jadi dana desa tidak hanya digunakan untuk membangun infrastruktur fisik tapi juga sumber daya manusia serta melibatkan juga Tim Penggerak PKK di desa dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah masing-masing,” pesan Bupati. Diketahui, stunting menjadi isu strategis nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN 2020 – 2024 dengan target penurunan yang signifikan menjadi 14 persen pada 2024.

Untuk Kabupaten Bulungan, berdasarkan data operasi timbang pada Agustus 2023, jumlah balita pendek dan sangat pendek yaitu sebanyak 112 bayi balita atau sebesar 16.64 persen dari total balita yang diukur. Kemudian berdasarkan SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) tahun 2022 tingkat prevalensi stunting di Bulungan masih 18,9 persen, namun kondisi tersebut membaik dari tahun sebelumnya yaitu mengalami penurunan sebesar 5,1 persen dan berada lebih baik dari capaian nasional dan Provinsi Kalimantan Utara.

“Meski begitu saya berharap kasus stunting ini bisa zero (nol) untuk memastikan kondisi anak-anak kita di Kabupaten Bulungan sebagai langkah kita menuju Indonesia Emas 2045. Memang masih lebih 20 tahun lagi, mungkin nanti kita sudah tiada, tapi kita saat sekarang ini sudah memberikan legacy (warisan) kualitas SDM untuk menuju generasi Indonesia Emas tersebut,” pesannya. Diingatkan, titik kerawanan kasus stunting dimulai sejak pra nikah atau pasangan usia subur, kehamilan hingga 1000 hari sejak kelahiran. Untuk mengantisipasi kasus stunting maka semua pihak, mulai dari desa, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten harus bekerjasama, bersinergi dan berkolaborasi untuk memastikan kasus stunting tidak terjadi di ketiga titik rawan dimaksud.

“Untuk itu saya sangat mengapresiasi bimtek ini, dan terima kasih kepada para kepala desa yang sudah hadir, saya berharap melalui kegiatan ini dapat dipastikan apa-apa yang harus dilakukan, siapa berbuat apa, di mana dan kapan,” tandasnya.

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Tinggalkan komentar