Tersisa Rp2 Miliar dari Program TAKE 2023 di Bulungan

redaksi

Ads - After Post Image

Kaltaraa1.com BULUNGAN-Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si mengungkapkan, salah satu dari 15 program prioritas yaitu TAKE (Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi) Bulungan Hijau masih tersisa anggaran sekitar Rp2 miliar di tahun 2023 bagi 74 desa se-Bulungan. Padahal transfer anggaran dari kabupaten ke desa tersebut tidak mengurangi Alokasi Dana Desa (ADD) yang ada.

“Evaluasi kita sampai hari ini untuk program TAKE tahun 2023 terserap sekitar 50 persen dari Rp4 miliar atau 34 desa dari 74 desa se-Bulungan. Artinya masih ada Rp2 miliar yang tersisa,” ungkap Bupati dalam kegiatan Sosialisasi Penilaian Mandiri / Kompetisi Kegiatan TAKE Bulungan Hijau Tahun 2024 di Rumah Jabatan Bupati pada Selasa (31/10).

Bupati memastikan, TAKE tidak membebani dan tidak ada kewajiban untuk mengalokasikan program TAKE ke dalam ADD maupun Dana Desa (DD). Artinya anggaran TAKE dialokasikan tersendiri oleh Pemkab dan tidak mengurangi jatah ADD maupun DD yang dikelola oleh desa.

“Jadi sebenarnya tinggal bagaimana teknis pelaksanaan di lapangan yang berkaitan dengan tata kelola kawasan, tata kelola lingkungan hijau yang ada di setiap desa di Bulungan,” tandasnya dalam kegiatan yang diikuti perangkat daerah terkait serta para kepala desa. Bupati berharap, kegiatan sosialisasi sekaligus menjadi forum evaluasi bagi semua pihak karena TAKE merupakan salah satu program prioritas serta menjadi salah satu ukuran kinerja pemerintah daerah. Bahkan untuk program TAKE Bulungan Hijau tahun depan ditambah total menjadi Rp5 miliar. Diingatkan, tidak semua daerah di Kalimantan Utara yang memiliki komitmen seperti TAKE bahkan ada yang berkomitmen tapi membebankannya pada dana desa.

“Jadi untuk TAKE tahun 2024 silahkan teman-teman kepala desa berkompetisi. Rebut alokasi Rp5 miliar ini sebanyak-banyaknya,” ajak Bupati. Diingatkan pula, keberhasilan pembangunan di desa tidak sekedar perbaikan kantor desa, semenisasi, gapura, pagar pemukiman dan sebagainya. Tapi juga pembangunan yang berkaitan dengan lingkungan seperti tempat pembuangan air, tempat penampungan sementara, ketersediaan bak sampah dan sebagainya yang akan membuat desa menjadi bersih, asri serta terkelola dengan baik lingkungannya.

“Ini merupakan komitmen saya sebagai kepala daerah ketika meluncurkan program ini, salah satunya tidak mengganggu alokasi dana desa yang Bapak Ibu miliki kemudian juga sudah disiapkan panduan bagaimana melaksanakan program tersebut. Dan teman-teman kepala desa tentunya bertanggungjawab untuk mensupport, mendukung bagaimana agar program ini bisa berhasil dilaksanakan di desa,” pesannya.

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Tinggalkan komentar