Pemkab Bulungan Atensi Lima Tantangan Sawit Rakyat

redaksi

Kaltaraa1.comTANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bulungan, Risdianto, membuka acara sosialisasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di Tanjung Selor.

Dalam salah satu sambutannya, Risdianto memaparkan lima tantangan perkebunan sawit rakyat yang menjadi atensi bagi Pemkab Bulungan. Pertama, perihal pemilihan lahan yang terkadang tidak sesuai peruntukan. Kedua, kapasitas sumber daya manusia (sdm) tenaga kerja yang kurang mumpuni.

Baca Juga  Gubernur Zainal dan Wamen Dikti Saintek Fauzan Resmikan Fakultas Kedokteran UBT

Ketiga, kualitas bibit sawit yang digunakan. Keempat, pemberian pupuk yang tidak sesuai standar. Kelima, perawatan yang kurang optimal dan pemanenan yang tidak sesuai standard.

“Kelima tantangan ini menjadi atensi dari Pemkab Bulungan, kebun sawit rakyat harus bisa menjadi primadona dan benar benar bisa membawa ke dalam kesejahteraan,” kata Risdianto.

Secara teknis, Pemkab Bulungan melalui OPD terkait berupaya menghadirkan program tepat sasaran untuk menjawab tantangan tersebut. Langkah tersebut juga akan diperkuat dengan sinergitas dari stakeholder lainnya.

Baca Juga  Bulungan Bakal bahas skema lanjutan SDM

“Pemerintah tentu akan secara bertahap menyelesaikan setiap tantangan tersebut secara bertahap,” ujarnya.

Risdianto meyakini potensi kebun sawit milik rakyat untuk berkembang sangat besar. Total saat ini sudah ada 7 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang siap menerima hasil panen masyarakat.

“Kalau melihat catatan produksi sawit secara keseluruhan, khususnya CPO, itu meningkat dari tahun 2021 ke 2022. Kenaikan ini memberi kontribusi nyata perekonomian daerah, termasuk juga sinyal ekonomi yang positif bagi petani kebun sawit,” pungkasnya

Baca Juga  Ketua Komisi IV DPRD Kaltara Tamara Moriska Ajak Pemuda Tangkap Peluang Bonus Demografi

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer