Penyuluh Pertanian Diminta Membuka Diri dengan Petani

redaksi

Ads - After Post Image

Kaltaraa1.comTANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani, mengingatkan para penyuluh pertanian untuk membuka diri dan aktif berdialog dengan petani. Pola kinerja demikian sangat dibutuhkan untuk membantu mengatasi berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi petani.
“Penyuluh pertanian dituntut mau membuka diri, mau berbicara, bekerjasama, dekat dengan petani, tanggap dan cepat memberikan respon,” kata Syarwani pada rapat koordinasi (rakor) kelembagaan petani dan temu teknis penyuluh pertanian di Aula Rumah Jabatan Bupati pada pekan ini.


Diterangkan, peran penyuluh pertanian terhadap kemajuan pertanian yaitu dengan memberikan pendampingan, bimbingan maupun pembelajaran kepada para petani agar mereka mengetahui informasi terbaru dalam dunia pertanian, serta terus mengembangkan kelompok tani
Syarwani mengingatkan pemerintahan desa bisa memberi dukungan, memberdayakan dan meningkatkan kapasitas petani. Pemerintah desa dapat berkontribusi melalui dana desa sebagai akses permodalan para petani.


“Pemkab juga memiliki salah satu program prioritas Mandau Tani (Komando Strategi Pembanguan Pertanian) yang berkaitan dengan peningkatan ketahanan pangan serta pertanian secara luas,” paparnya.


Kegiatan rakor dan temu teknis ini diminta dapat menghasilkan sebuah roadmap atau peta jalan berisi tahapan-tahapan yang jelas. Dokumen yang dihasilkan harus bisa digunakan untuk pengembangan serta peningkatan pertanian di Kabupaten Bulungan ke depan.


“Saya berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kapasitas kelembagaan petani dan tenaga penyuluh pertanian. Ada persamaan persepsi dan pandangan dalam perencanaan pembangunan pertanian,” kata Syarwani.


“Tingkat kelembagaan petani, penyuluh pertanian, dan organisasi perangkat daerah (OPD) harus mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan berdaulat pangan, maju dan sejahtera sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Bulungan,” pungkasnya.(ag)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Tinggalkan komentar