Kaltaraa1. Com, Tarakan – Fasilitas rumah singgah gratis yang dikelola RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan kini kewalahan menampung pasien dan keluarga pendamping yang datang dari luar kota. Tempat singgah dengan kapasitas tujuh kamar itu hampir selalu penuh setiap hari.
Pelaksana Tugas Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, dr. Budy Azis, menjelaskan bahwa bangunan rumah singgah tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan disediakan secara cuma-cuma bagi masyarakat yang sedang menjalani pengobatan.
“Seluruhnya gratis. Tidak ada biaya inap bagi pasien atau keluarganya. Hanya saja, karena jumlah kamar terbatas, tempatnya sering penuh,” ujar dr. Budy, Kamis (18/9/2025).
Menurutnya, sebagian besar penghuni rumah singgah adalah pasien hemodialisis (HD) yang menjalani terapi cuci darah hingga tiga kali dalam seminggu.
“Saat ini kami melayani sekitar 80 pasien HD setiap hari, operasionalnya berjalan 24 jam,” jelasnya.
Pasien yang datang tidak hanya berasal dari Tarakan, tetapi juga dari Tanjung Selor, Nunukan, Malinau, hingga Tana Tidung. Meskipun daerah-daerah tersebut sudah memiliki layanan HD, keterbatasan kapasitas membuat sejumlah pasien tetap harus dirujuk ke RSUD Tarakan.
Pihak rumah sakit telah berupaya mencari rumah kontrakan tambahan di sekitar area RS, namun belum ada yang tersedia.
“Kami sudah coba cari rumah di sekitar sini, tapi sulit didapat. Kalau jaraknya terlalu jauh, kasihan pasien dan keluarganya,” tambah dr. Budy.
Sebagai langkah alternatif, pihak RSUD berencana memanfaatkan bangunan lama yang sudah tidak digunakan, seperti bekas ruang perawat, rumah dokter, atau ruang perawatan yang kosong.
“Ada beberapa opsi, misalnya ruang bekas Tulip. Kalau melihat kebutuhan saat ini, idealnya kami punya tambahan dua sampai tiga rumah singgah lagi,” pungkasnya.





