183 Penyumpit Adu Ketangkasan di Bulungan, Bupati: Warisan Budaya Harus Dikenal Generasi Muda

redaksi

Kaltaraa1.com, TANJUNG SELOR – Suara dentuman sumpit menggema di Hutan Kota Bundahayati, Rabu (15/10), ketika sebanyak 183 peserta dari berbagai desa di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, unjuk ketangkasan dalam ajang lomba menyumpit tradisional.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Bulungan. Ajang yang penuh semangat ini menjadi bukti nyata upaya pelestarian warisan budaya suku Dayak, sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar desa.

“Saya baru pertama kali ikut lomba seperti ini, dan bangga bisa ikut melestarikan budaya leluhur,” ujar Titus, peserta asal Desa Terindak, Kecamatan Sekatak.

Baca Juga  Cara Akurat Deteksi Stroke, Aneurisma, dan Kelainan Pembuluh Darah lewat Teknologi DSA

Meskipun tidak lolos ke babak final, Titus tetap antusias dan berharap ajang serupa bisa digelar lebih sering.Menurutnya, olahraga menyumpit bukan hanya soal ketangkasan, tapi juga simbol pemersatu masyarakat Dayak.

“Dulu sumpit digunakan untuk berburu atau perang, sekarang justru jadi alat untuk menyatukan kita semua dalam kompetisi yang sehat,” tambahnya.

Peserta Meningkat, Tradisi Kian DiminatiPanitia lomba, Daniel, menyebutkan bahwa animo peserta tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga  Dua Pelajar Asal Kaltara Wakili Provinsi pada Ajang Duta Budaya Indonesia 2025

“Sejak pertama kali digelar pada 2022, jumlah peserta terus naik. Tahun ini tercatat 129 peserta putra, 51 putri, dan tambahan 3 peserta dari desa lainnya,” jelasnya.

Seluruh peserta merupakan perwakilan dari berbagai desa di Bulungan, menandakan kuatnya minat masyarakat terhadap olahraga tradisional ini.

Daniel berharap ke depan, kegiatan seperti ini bisa diperluas dan dikemas lebih menarik, bahkan bisa menjadi agenda tahunan berskala besar.

Bupati Bulungan, Syarwani, turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk terus melestarikan kearifan lokal, terutama melalui momentum peringatan HUT Bulungan.

Baca Juga  Dispora Kaltara Klarifikasi Terkait Pemberian Bonus Atlet, Janji Evaluasi dan Perbaikan Mekanisme

“Generasi muda kita, yang lahir di era 2000-an ke atas, harus tahu bahwa di Bulungan ada budaya menyumpit. Ini bagian dari identitas kita,” tegas Syarwani.

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan rencana ambisius untuk menggelar Festival 1000 Penyumpit Antar Desa, serupa dengan event Festival Sungai Kayan yang sudah lebih dulu populer.

“Insyallah kita wujudkan ke depan. Semakin banyak yang terlibat, semakin kuat semangat kebudayaan kita,” tutupnya. (Erc)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer