Kaltaraa1. Com, Tarakan – RSUD dr. H. Jusuf, SK terus memperkuat layanan Instalasi Rehabilitasi Medik demi mengoptimalkan proses pemulihan pasien dari berbagai kondisi medis yang berpotensi menurunkan kemampuan fungsional tubuh. Layanan ini ditangani langsung oleh tenaga profesional di bidangnya, termasuk Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR), fisioterapis, psikolog medis, terapis okupasi, dan terapis wicara.
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSUD dr. H. Jusuf, SK, dr. Jerry Kurnia Wahyudi, Sp.KFR, menjelaskan bahwa rehabilitasi medik memiliki peran penting dalam mengembalikan kemandirian pasien pasca sakit maupun cedera. “Kami tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik semata, tetapi juga membantu pasien kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri dan berkualitas,” ujarnya.
Saat ini, tenaga kesehatan yang tersedia dalam layanan Rehabilitasi Medik terdiri atas 15 fisioterapis, 1 psikolog medis, 1 okupasi terapis, dan 2 terapis wicara. Namun demikian, layanan ortotik-prostetik, perawat rehabilitasi medik, dan social worker masih dalam proses pengembangan.
Menangani Berbagai Kasus dari Anak hingga Lansia
Instalasi ini menangani berbagai jenis kasus, antara lain:
- Neurologi (saraf)
Kasus terbanyak, meliputi pascastroke, cedera otak traumatik, cedera sumsum tulang belakang, neuropati perifer, hingga penyakit degeneratif seperti Parkinson dan Multiple Sclerosis. - Muskuloskeletal
Gangguan tulang, otot, dan sendi akibat trauma, operasi, atau degenerasi seperti osteoarthritis, skoliosis, serta rehabilitasi setelah amputasi. - Kardiopulmoner (jantung & paru)
Meliputi pemulihan pascaserangan jantung, COPD, hingga pasien pasca COVID-19 yang mengalami penurunan fungsi paru. - Anak (pediatri)
Menangani cerebral palsy, autisme, ADHD, speech delay, dan keterlambatan perkembangan umum. - Rehabilitasi Bicara dan Menelan
Untuk pasien pascastroke, trauma kepala, atau gangguan komunikasi pada anak. - Nyeri kronis dan rehabilitasi geriatri
Membantu mengurangi nyeri menetap serta mempertahankan kemandirian lansia. - Kasus kompleks
Termasuk pasien pasca ICU serta pasien dengan disabilitas ganda.
Kolaborasi Multidisipliner untuk Pemulihan Optimal
dr. Jerry menjelaskan bahwa rehabilitasi medik merupakan bagian dari rangkaian pengobatan terpadu yang melibatkan berbagai dokter spesialis lain. Contohnya pada pasien stroke:
• Fisioterapi menangani latihan kekuatan otot dan mobilitas
• Terapi Wicara fokus pada pemulihan bicara dan kemampuan menelan
• Okupasi terapis melatih aktivitas kehidupan sehari-hari (AKS)
• Psikolog medis mendukung kondisi mental dan emosional pasien
“Pendekatan kami bersifat holistik. Bukan hanya mengobati gejala, tetapi mengembalikan kualitas hidup pasien dan keluarganya,” terang dr. Jerry.
Akses Pelayanan: Rawat Jalan hingga Rawat Inap
Pasien rawat inap akan langsung mendapat layanan setelah dikonsulkan dokter penanggung jawab kepada Sp.KFR. Sementara itu, pasien rawat jalan dapat dilayani melalui:
• BPJS Kesehatan → rujukan dari poli spesialis lain
• Asuransi lain → sesuai persetujuan perusahaan asuransi
• Umum → dapat langsung berkonsultasi di Instalasi Rehabilitasi Medik
Inovasi Perawatan dan Pengembangan Layanan
Untuk meningkatkan kualitas pemulihan pasien, instalasi ini telah menghadirkan beberapa inovasi layanan, antara lain:
- Modernisasi alat dan pelatihan tenaga fisioterapi, seperti traksi elektrik dengan sistem komputerisasi untuk menangani saraf terjepit (HNP).
- Layanan tumbuh kembang anak terpadu, melibatkan okupasi terapi, terapi wicara, dan psikolog medis khusus untuk pasien autisme atau keterlambatan perkembangan.
- Intervensi Pain Management (IPM)
Dilakukan langsung oleh dokter Sp.KFR, termasuk injeksi tulang belakang dengan panduan C-Arm atau USG untuk kasus nyeri berat yang tidak membaik dengan terapi fisik.
dr. Jerry berharap peningkatan layanan rehabilitasi medik ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. “Tujuan utama kami adalah memastikan setiap pasien mendapatkan kesempatan terbaik untuk pulih dan kembali menjalani hidup secara produktif,” pungkasnya.





