Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Utara mencatat bahwa bibit kelapa sawit menjadi komoditas yang paling banyak diminta oleh kelompok tani (Gapoktan) di wilayah Kaltara. Permintaan ini disebut jauh lebih tinggi dibandingkan kebutuhan bibit lainnya, seperti kelapa, kopi, dan kakao.
Penelaah Teknis Kebijakan DPKP Kaltara, Oswald Suhut Manullang, menjelaskan bahwa tingginya permintaan bibit sawit ini juga dianggarkan pemerintah daerah dengan mengalokasikan anggaran APBD murni untuk memenuhi kebutuhan petani.
“Di APBD murni tersedia bibit kelapa sawit dan kelapa genja. Sementara di APBD perubahan ada tambahan bibit kopi, kakao, dan juga sawit,” ungkap Oswald beberapa pekan lalu.
Ia menambahkan bahwa penyaluran bibit dari APBD murni sudah selesai dilakukan. Bantuan tersebut telah dibagikan kepada Gapoktan di Bulungan, Tarakan, Tana Tidung, dan Malinau.
Bibit yang telah didistribusikan meliputi kelapa sawit dan kelapa genja. Sementara itu, penyaluran melalui APBD perubahan masih dalam tahap penyusunan CPCL (Calon Petani dan Calon Lahan).
Proses ini masih terus berjalan. lalu setelah verifikasi di lapangan dinyatakan lengkap, bibit akan segera disalurkan.
“Selama ini bibit sawit memang paling banyak diminta. Permintaan tertinggi biasanya datang dari Bulungan, Nunukan, dan Malinau,” katanya.
Oswald berharap bantuan bibit ini bisa membantu meningkatkan ekonomi petani. Dengan harga sawit yang dinilai cukup baik, hasil panen diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap penyaluran bibit ini dapat membantu Gapoktan meningkatkan pendapatan, terutama karena komoditas sawit saat ini sangat dibutuhkan,” ujarnya. (adv/Erc)





