Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) terus mendorong percepatan peningkatan produktivitas pertanian daerah. Salah satu langkahnya diwujudkan melalui peninjauan lahan cetak sawah yang dikelola Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Kalimantan Utara, beberapa pekan lalu.
Kepala DPKP Kalimantan Utara, Ir. Heri Rudiyono, M.Si, bersama jajaran dan didampingi Kepala Dinas Pertanian Kota Tarakan, turun langsung melihat progres pengembangan lahan tersebut. Heri menyampaikan apresiasi atas peran LDII yang dinilai aktif berkontribusi dalam pendukung program ketahanan pangan daerah.
Menurut Heri, pertanian di Kalimantan Utara memiliki potensi besar untuk berkembang lebih modern dan berdaya saing. Untuk itu, keterlibatan generasi muda menjadi kunci penting dalam menggerakkan sektor ini.
“Kami ingin pertanian di Kaltara dikelola dengan semangat milenial. Tidak hanya fokus pada padi, tetapi juga harus mampu mengembangkan komoditas lain seperti sayuran, kelapa, hingga konsep mina padi yang memadukan sawah dengan kolam ikan. Dengan demikian, hasil pertanian bisa lebih beragam, efisien, dan produktif,” ujar Heri.
Di lokasi yang sama, Ketua DPW LDII Kalimantan Utara, Jaet Ahmad Fatoni, menjelaskan bahwa lembaganya telah menetapkan delapan program unggulan, salah satunya di bidang ketahanan pangan dan lingkungan. LDII juga membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk terlibat dalam pertanian modern.
“Kami ingin mengajak generasi muda tidak ragu masuk ke dunia pertanian. Jika dikelola dengan manajemen yang baik dan teknologi yang tepat, sektor ini punya peluang besar dan mampu memberikan hasil yang menjanjikan,” kata Jaet.
Ia memaparkan bahwa LDII Kaltara telah menyiapkan sekitar 130 hektare lahan dari total 202 hektare yang dimiliki. Lahan tersebut sebagian besar merupakan milik warga LDII yang difokuskan untuk pengembangan pertanian terpadu. Proses cetak sawah dilakukan menggunakan lima unit excavator PC220, alat berat pendukung seperti hand tractor, serta teknologi modern berupa tiga drone pertanian untuk pemupukan, penyemprotan, dan penebaran benih.
“Alat-alat tersebut sedang dalam proses pengiriman, dan kami berharap awal November sudah bisa diterima,” tambahnya.
Melalui program tersebut, LDII Kaltara menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pembangunan pertanian berkelanjutan di Kalimantan Utara. (Fhrl/Adv)





