Pelabuhan Tengkayu Tarakan Resmi Terapkan SIAP QRIS, Bayar Tiket Cukup Tempel Ponsel

redaksi

Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR — Transaksi di Pelabuhan Tengkayu Tarakan kini makin praktis dan cepat. Bersama Grand Tarakan Mall, pelabuhan ini resmi menerapkan layanan SIAP QRIS, termasuk fitur terbaru QRIS Tanpa Pindai yang memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC) serta sistem E-Karcis untuk pembelian tiket penyeberangan.

Peluncuran layanan ini dilakukan pada Kamis dan dihadiri langsung oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara, Wesky Putra Pratama. Ia menjelaskan, QRIS Tanpa Pindai memungkinkan pengguna melakukan pembayaran cukup dengan mendekatkan ponsel ke alat pembayaran, tanpa perlu membuka kamera atau memindai kode QR.

“Dengan teknologi NFC ini, transaksi bisa selesai sangat cepat, hanya sekitar 0,3 detik,” kata Wesky saat peluncuran layanan SIAP QRIS di Tarakan.

Baca Juga  Rakernas Forsesdasi 2025, Pj. Sekprov Paparkan Perkembangan Program Strategis Nasional Di Kaltara

Menurutnya, penerapan QRIS terus diperluas dan tidak hanya dilakukan di Tarakan. Sejumlah daerah lain juga sudah mulai menerapkan sistem pembayaran digital ini untuk mendukung berbagai sektor layanan, termasuk transportasi dan fasilitas publik.

Pada kesempatan yang sama, BI Kaltara juga memperkenalkan E-Ticketing Retribusi atau E-Karcis, yang merupakan bagian dari pengembangan program DigiPort. Sistem tiket elektronik ini sebelumnya telah diuji coba sejak Oktober dan kini mulai digunakan untuk pembelian tiket di pelabuhan.

Melalui E-Karcis, proses pembelian tiket menjadi lebih cepat karena seluruh transaksi tercatat secara otomatis. Selain memudahkan penumpang, sistem ini juga membantu operator pelabuhan dalam pengelolaan data dan pembayaran.

Baca Juga  Jelajahi Alam Perbatasan Indonesia–Malaysia September–Oktober Mendatang, Siap dilaksanakan Dispora Kaltara

“Ke depan, sistem ini akan kami perluas ke berbagai sektor, sebagai upaya memperluas ekosistem pembayaran digital yang mudah, cepat, dan praktis,” ujar Wesky.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara, Idham Chalid, mengatakan digitalisasi layanan kepelabuhanan sebenarnya sudah mulai berjalan sejak September 2025. Hingga saat ini, sudah ada delapan agen pelayaran yang menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran.

Tak hanya itu, layanan tiket speedboat reguler di Pelabuhan Tengkayu juga sudah terhubung dengan sistem digital. Data hingga November menunjukkan, penggunaan QRIS untuk pembayaran retribusi pelabuhan telah mencapai 48 persen.

Baca Juga  Disdik Nunukan Hadiri Pelepasan Siswa Kelas VI SDN 001 Nunukan Selatan

Idham menegaskan, digitalisasi membawa banyak manfaat, mulai dari efisiensi transaksi, transparansi penerimaan daerah, hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dengan sistem digital, penerimaan daerah jadi lebih transparan sehingga PAD bisa meningkat. Keamanan transaksi juga lebih terjamin, dan tentunya lebih memudahkan pengguna jasa, operator kapal, maupun pelaku usaha,” jelasnya Sabtu (13/12).

Dishub Kaltara pun menargetkan penerapan sistem digital serupa bisa diterapkan di pelabuhan-pelabuhan lain di wilayah Kalimantan Utara, seperti di Kabupaten Tana Tidung, Bulungan, dan Malinau, agar pelayanan kepelabuhanan semakin modern dan nyaman bagi masyarakat.(Slv/Adv)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer