Pemprov Melalui DPKP Kaltara, Gelar Bimtek Brigade Pangan untuk Perkuat Swasembada dan Ketahanan Pangan 2025

redaksi

Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Brigade Pangan sebagai langkah strategis mendukung percepatan swasembada pangan tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Luminor, Tanjung Selor, 3-5 Desember 2025.

Bimtek tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara, Ir. Heri Rudiyono, M.Si., dalam hal ini mewakili Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, Heri menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, narasumber, dan seluruh peserta dari kabupaten/kota se-Kaltara atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Bimtek ini memiliki manfaat strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas pertanian di Kalimantan Utara. Melalui peningkatan kapasitas operator dan pengelola, kita dapat memastikan pengelolaan Brigade Pangan berjalan lebih efektif,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Komandan Korem 092/Maharajalila Brigjen TNI Mohammad Sjahroni, S.E., M.Han., para Komandan Kodim kabupaten/kota, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Timur, serta kepala dinas yang menangani fungsi pertanian dan ketahanan pangan dari seluruh kabupaten/kota di Kaltara.

Baca Juga  Bupati HIS: Pelayanan Publik Harus Memuaskan

Brigade Pangan merupakan salah satu ujung tombak percepatan produksi pangan di Kaltara. Saat ini terdapat 56 brigade pangan yang tersebar di berbagai wilayah. Unit ini berperan mempercepat layanan alat dan mesin pertanian (alsintan), mendukung mekanisasi pertanian, mempercepat tanam, hingga menjadi garda terdepan dalam menghadapi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan dampak perubahan iklim.

“Brigade Pangan adalah garda terdepan memastikan pangan kita aman, cukup, dan berkelanjutan. Seperti kata Bung Karno, ‘Pangan adalah hidup matinya sebuah bangsa.’ Kutipan ini mengingatkan kita bahwa keberhasilan menyediakan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga menyangkut masa depan negara,” tegas Heri.

Ia juga menyampaikan bahwa penguatan Brigade Pangan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya kemandirian pangan nasional, termasuk dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memprioritaskan bahan pangan lokal.

Dalam kesempatan itu, Heri Rudiyono menyampaikan sejumlah pesan kepada para operator, penyuluh, dan pengelola Brigade Pangan.

Baca Juga  808 Tenaga Honorer Pemkab Nunukan Ikut Tes P3K Tahap Dua

Pertama, pentingnya memahami tata kelola alsintan, strategi percepatan tanam, mitigasi bencana iklim, serta pengaturan jadwal layanan. Brigade Pangan, kata Heri, harus menjadi unit profesional yang responsif di lapangan, bukan hanya sekadar unit administrasi.

Kedua, seluruh alsintan seperti traktor, cultivator, pompa air, combine harvester, rice transplanter, drone sprayer, dan alat lainnya harus digunakan secara optimal tepat waktu. “Jangan ada alat pertanian yang hanya tersimpan di gudang, sementara petani sangat membutuhkan,” ujarnya.

Ketiga, kolaborasi menjadi kunci menghadapi perubahan iklim, anomali cuaca, dan potensi gangguan pangan. Dengan manajemen Brigade Pangan yang baik, target tanam dan produksi akan lebih mudah dicapai.

Keempat, Brigade Pangan harus mampu melakukan intervensi cepat saat terjadi kekeringan, banjir, serangan OPT, dan kendala lainnya. “Brigade Pangan harus menjadi unit yang gerak cepat, gerak bersama, dan garap tuntas, Gercep, Geber, Gaspol,” tegasnya.

Kelima, Bimtek ini merupakan bagian dari strategi nasional meningkatkan luas tanam, produktivitas, dan efisiensi biaya produksi. Kaltara memiliki potensi besar untuk mengakselerasi peningkatan tersebut.

Baca Juga  Wabup Hermanus Bangga Masyarakat Kabudaya Makin Antusias Untuk Kuliah

Kalimantan Utara memiliki lahan pertanian yang luas, sumber daya air yang memadai, serta dukungan berbagai program nasional seperti optimasi lahan, cetak sawah, padi gogo reguler, padi gogo TUSIP, penangkaran benih, hingga modernisasi pertanian.

Produksi pangan terus ditingkatkan melalui bantuan alsintan, perbaikan irigasi, inovasi budidaya, serta penguatan kelembagaan petani dan kelompok wanita tani. Meski demikian, tantangan tetap ada, seperti keterbatasan SDM teknis, operator, perawatan alsintan, hingga mobilitas antarwilayah.

Karena itu, Bimtek ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi dan koordinasi antarunit Brigade Pangan di seluruh kabupaten/kota.

Heri menegaskan bahwa Bimtek ini bukan sekadar proses transfer ilmu, tetapi merupakan komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Utara.

“Kita jadikan forum ini sebagai ruang belajar, berdiskusi, bertukar pengalaman, dan memperkuat sinergi demi kemajuan sektor pertanian. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar dan menjadi langkah nyata menuju Kalimantan Utara yang maju, makmur, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Fhrl/Adv)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer