Kaltaaa1. Com, TANJUNG SELOR – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melalui Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Kalimantan Utara, menggandeng organisasi Tameng Adat Borneo dan warga setempat dalam kegiatan kerja bakti, Minggu (30/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Rukun Tetangga (RT) wilayah Tanjung Selor ini tidak semata berfokus pada kebersihan fisik lingkungan. Lebih dari itu, momentum ini dimanfaatkan sebagai strategi penguatan kohesi sosial guna menangkal masuknya paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).
Dalam pelaksanaannya, semangat gotong royong terlihat kental saat para peserta bahu-membahu membersihkan saluran air (parit), mengangkut sampah, hingga menata area fasilitas umum agar lebih asri. Sinergi antara aparat keamanan, tokoh adat, dan masyarakat ini menjadi simbol visual bahwa kekompakan adalah benteng pertahanan sosial yang paling efektif.
Di sela-sela aktivitas fisik tersebut, Tim Pencegahan Satgaswil Kaltara menyisipkan pesan-pesan moral melalui komunikasi interpersonal yang hangat dengan warga. Fokus utama diskusi ringan tersebut adalah pentingnya merawat kerukunan, menghargai perbedaan, serta membangun kewaspadaan dini terhadap ajaran-ajaran yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Kebersamaan yang terbangun hari ini adalah bukti konkret bahwa kegiatan sosial dapat menjadi sarana efektif membangun kewaspadaan kolektif. Lingkungan yang bersih dan masyarakat yang solid akan mempersempit, bahkan menutup ruang gerak penyebaran paham IRET,” ujar AL, Densus 88 , Tim Pencegahan Satgaswil Kalimantan Utara.

Sementara itu, keterlibatan Tameng Adat Borneo memberikan penegasan bahwa kearifan lokal memegang peranan vital dalam menjaga stabilitas keamanan. Pihak Tameng Adat menekankan bahwa nilai-nilai adat dan budaya merupakan pondasi kokoh untuk mempererat persaudaraan di tengah keberagaman (kebhinekaan).
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi kolaborasi berkelanjutan antara pengurus RT, organisasi adat, dan aparat keamanan. Ke depan, sinergi ini tidak hanya akan berhenti pada aspek kebersihan lingkungan, melainkan akan ditingkatkan melalui program edukasi masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang tidak hanya bersih dan sehat, tetapi juga aman, damai, serta memiliki imunitas tinggi terhadap segala bentuk provokasi intoleransi dan radikalisme. (Fhrl)





