Kaltara A1. Com, TANJUNG SELOR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Utara memastikan anggaran dana hibah untuk sektor olahraga mengalami penurunan cukup signifikan pada tahun ini. Penurunan tersebut merupakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah.
Kepala Bidang Olahraga Dispora Kaltara, Muh. Husni, menjelaskan bahwa kondisi ini membuat alokasi dana hibah tidak sebesar tahun sebelumnya. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya agar program pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga tidak terhenti.
“Karena efisiensi, dana hibah tidak seperti tahun kemarin. Tapi kami berharap meskipun turun, program pembinaan dan prestasi tetap berjalan,” ujarnya.
Salah satu penurunan paling mencolok terlihat pada anggaran untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Jika pada tahun 2025 anggaran mencapai sekitar Rp10 miliar, maka pada tahun 2026 turun drastis menjadi sekitar Rp1 miliar.
Menurut Husni, penurunan ini memang cukup besar, namun merupakan konsekuensi dari kebijakan penghematan anggaran yang berlaku secara menyeluruh.
“Angka ini turun drastis karena efisiensi, namun kami tetap berkomitmen mendukung olahraga di Kaltara,” katanya.
Meski begitu, Husni menyebut angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah. Hal ini karena masih ada sejumlah program, seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), yang belum dimasukkan ke dalam perhitungan anggaran Dispora.
Ia juga mengungkapkan bahwa besaran anggaran ke depan masih bergantung pada hasil komunikasi antara KONI dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
“Ini tergantung negosiasi KONI dengan Gubernur. Karena dengan anggaran Rp1 miliar, menurut KONI itu hanya cukup untuk operasional saja,” jelasnya.
Dengan kondisi anggaran yang terbatas, Dispora mendorong organisasi olahraga untuk tidak hanya bergantung pada dana hibah pemerintah. Mereka diharapkan dapat mencari alternatif pendanaan, seperti menggandeng sponsor atau pihak ketiga, agar kegiatan olahraga tetap bisa berjalan dengan baik.
Selain KONI, dana hibah juga diberikan kepada Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) serta sejumlah cabang olahraga lainnya, meskipun dengan jumlah yang terbatas.
Di sisi lain, dukungan terhadap pembinaan olahraga juga datang dari sumber lain, seperti dana pokok pikiran (pokir). Dana ini dapat digunakan untuk kegiatan maupun peningkatan sarana dan prasarana cabang olahraga.
“Selain hibah dari Dispora, bantuan dari pokir juga bisa membantu peningkatan sarana prasarana dan pembinaan prestasi olahraga,” tambah Husni.
Penurunan anggaran ini tentu menimbulkan kekhawatiran akan berdampak pada pembinaan atlet dan pencapaian prestasi di daerah. Namun, pemerintah tetap optimistis bahwa dengan pengelolaan yang tepat serta dukungan berbagai pihak, sektor olahraga di Kalimantan Utara tetap bisa berkembang.
Dispora berharap seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi olahraga dan masyarakat, dapat bersama-sama menjaga keberlangsungan pembinaan atlet, meskipun di tengah keterbatasan anggaran. (adv/Erc)





