Kaltara A1. Com, TARAKAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung gerakan kepemudaan yang berdampak langsung pada masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dispora (Kadispora) Kaltara, Saiful Bachry, saat menghadiri pembukaan Forum Pemuda Nasional dalam rangkaian program Kaltimtara Beraksi #2 yang digelar di Aula Markas Kodaeral XIII Tarakan, Rabu (1/4).
Agenda nasional yang digagas oleh organisasi Action of Youth for Sustainability (AYS) Indonesia ini dirancang sebagai wadah kolaborasi berskala besar bagi pemuda dari berbagai penjuru tanah air. Forum tersebut memfokuskan pergerakannya pada tiga sektor krusial, yaitu isu-isu sosial, pendidikan, serta pelestarian lingkungan hidup melalui aksi nyata pengabdian masyarakat di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Dalam arahannya, Saiful Bachry menekankan bahwa di tengah tingginya kompleksitas tantangan global terutama penetrasi teknologi dan isu perubahan iklim kecerdasan intelektual generasi muda tidak lagi menjadi satu-satunya parameter utama. Ia menyatakan, pemuda masa kini wajib membekali diri dengan karakter yang kokoh, kepedulian sosial yang tinggi, serta daya adaptasi yang dinamis.
“Pemuda harus mampu beradaptasi dan membangun karakter yang kuat agar tidak hanya menjadi penonton, melainkan motor penggerak pembangunan di daerahnya sendiri,” ujar Saiful Bachry.
Pihak Pemprov Kaltara turut memberikan apresiasi tinggi terhadap metodologi pelaksanaan forum ini. Alih-alih terjebak pada ruang diskusi teoretis, para delegasi pemuda nasional tersebut berkomitmen untuk langsung terjun ke lapangan guna merealisasikan program pengabdian masyarakat selama beberapa hari ke depan. Langkah konkret ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Menutup keterangannya, Saiful menegaskan bahwa pintu kemitraan pemerintah daerah selalu terbuka bagi setiap inisiatif kepemudaan yang positif. Momentum ini diharapkan dapat dioptimalkan oleh seluruh peserta untuk memperluas jejaring nasional sekaligus memantapkan posisi pemuda sebagai elemen pembawa solusi (solution maker) atas berbagai dinamika riil yang dihadapi masyarakat saat ini.





