Kaltara A1. Com, TANJUNG SELOR — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Utara terpaksa mengambil langkah efisiensi ketat dengan melakukan pembatasan pada penggunaan pos anggaran daerah untuk tahun anggaran 2026. Kebijakan rasionalisasi ini diambil guna menyesuaikan ruang fiskal daerah yang tengah mengalami tekanan signifikan.
Dampak dari pemotongan anggaran tersebut paling dirasakan pada sektor infrastruktur. Tahun ini, alokasi dana yang ditujukan untuk pembangunan serta penataan sarana dan prasarana (sapras) olahraga di wilayah Kalimantan Utara terpaksa dipangkas demi menjaga keseimbangan neraca belanja dinas.
Kepala Bidang Olahraga Dispora Kaltara, Muhammad Husni, menegaskan bahwa keterbatasan dana fisik ini tidak boleh mematikan gairah olahraga daerah. Sebagai solusinya, pihak dinas memilih untuk memutar haluan kebijakan dan mengalihkan fokus program kerja secara dinamis.
“Dengan adanya penyusutan anggaran infrastruktur, fokus kami saat ini dialihkan sepenuhnya pada pengembangan dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya para atlet daerah,” ujar Muhammad Husni di Tanjung Selor, Kamis (2/4).
Langkah pengalihan strategi ini dinilai krusial untuk memastikan kontinuitas pembinaan prestasi olahraga di tingkat lokal tetap berjalan.
Di tengah keterbatasan stimulus dana fisik, Dispora Kaltara berkomitmen untuk mengoptimalkan fasilitas olahraga yang sudah ada serta memaksimalkan sisa ruang anggaran yang tersedia demi mencetak atlet-atlet lokal yang kompetitif dan siap bersaing di kancah nasional.





