Kaltara A1. Com, TANJUNG SELOR – Sistem pembelajaran daring dinilai kurang efektif bagi siswa di Kabupaten Bulungan. Hal ini disampaikan Ketua Komisi I DPRD Bulungan, Rozana Bin Serang, yang menilai proses belajar mengajar akan lebih optimal jika dilakukan secara langsung di sekolah.
Sebelumnya, sempat muncul rencana penerapan pembelajaran daring pada awal April. Namun, kebijakan tersebut tidak jadi diterapkan setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa tidak ada pelaksanaan sekolah daring setelah libur Lebaran 2026.
Rozana mengatakan keputusan tersebut sejalan dengan harapan DPRD, khususnya Komisi I yang membidangi pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, pembelajaran tatap muka memiliki peran penting, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter siswa.
“Keputusan mengikuti kebijakan pemerintah daerah merupakan langkah terbaik demi pendidikan anak-anak,” ujar Rozana, baru- baru ini.
Ia menambahkan, interaksi langsung antara guru dan siswa menjadi faktor utama yang membuat pembelajaran tatap muka lebih efektif dibandingkan sistem daring.
Melalui pertemuan langsung, guru dapat lebih mudah memantau perkembangan siswa sekaligus memberikan bimbingan secara maksimal.
Dengan adanya kepastian ini, DPRD Bulungan berharap kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat berjalan lebih optimal dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut. (ADV/Erc)





