Kaltara a1. Com, Tanjung Selor – Tangan-tangan kasar itu mengepal erat, memeluk erat alat semprot dan mesin pemipil jagung baru yang tergeletak di hadapan mereka. Di bawah terik matahari Tanjung Selor, senyum merekah dari wajah para petani Kabupaten Bulungan yang hari itu terpilih menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Namun, di balik rasa syukur yang membuncah, terselip sebuah duka mendalam tentang takdir rekan-rekan mereka yang belum beruntung.
Hari itu, Pemerintah Kabupaten Bulungan menyalurkan 16 unit corn sheller, 80 unit hand sprayer, dan 75 unit power sprayer. Peralatan tersebut dibagikan kepada 12 kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan). Bagi mereka yang menerima, bantuan ini bukan sekadar besi dan mesin, melainkan gantung tumpuan hidup untuk menyambung napas keluarga di atas tanah berlumpur.
Namun, kenyataan pahit tak bisa disembunyikan. Keterbatasan anggaran daerah menyisakan barisan panjang petani lain yang harus pulang dengan tangan kosong, kembali meniti jerih payah dengan peralatan seadanya. Kenyataan getir ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md., saat menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis.
“Tidak semuanya beruntung. Banyak kelompok-kelompok tani yang ada di Kabupaten Bulungan, namun dengan keterbatasan anggaran, bersyukurlah Bapak-Ibu yang sudah mendapatkan peralatan atau bantuan dari pemerintah,” tutur Kilat dengan nada penuh empati di hadapan para petani.
Kalimat itu bergetar di udara, menyentuh sudut hati terdalam siapa saja yang mendengarnya. Bagi para petani, kata “belum beruntung” berarti masih harus memeras keringat berkali-kali lipat, bertarung dengan waktu dan cuaca tanpa teknologi penunjang. Ada rasa haru bercampur pilu ketika menyadari bahwa berkah hari itu belum bisa memeluk seluruh jemari legam yang saban hari memacul tanah Bulungan.
Pemerintah daerah menyadari betapa besar harapan yang digantungkan para petani pada setiap unit mesin yang disalurkan. Oleh karena itu, Kilat berpesan agar bantuan yang ada tidak disia-siakan, apalagi sampai diperjualbelikan demi keuntungan sesaat. Alat-alat itu adalah keringat rakyat dan perjuangan bersama yang harus dijaga keberlangsungannya.
“Harapan kami, semoga alat ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan sampai barang ini menjadi barang yang tidak bisa dipakai atau dijual. Alat ini diberikan untuk membantu petani,” tegas Kilat mengingatkan.
Pemerintah juga memastikan akan melakukan pengawasan ketat di lapangan agar bantuan benar-benar menetes ke tanah-tanah garapan yang membutuhkan. Pengecekan berkala akan dilakukan untuk memantau apakah alat-alat tersebut bekerja menopang produksi jagung dan komoditas lainnya, atau hanya berdebu di sudut gudang.
“Ke depan akan ada pengecekan. Jangan sampai dibantu alat, tetapi tidak digunakan. Misalnya diberikan alat untuk mendukung panen jagung, kemudian ketika dicek ke kelompok tani tidak ada kegiatan pertanian jagung. Jadi harapan kami, manfaatkan alat ini sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Perjuangan menghadirkan alat-alat ini tak lepas dari jerih payah berbagai pihak, termasuk dorongan aspirasi dari anggota DPRD Bulungan. Di akhir ruang penyerahan, Wakil Bupati menyampaikan salam hangat dari Bupati Bulungan yang berhalangan hadir, mengiringi doa agar sektor pertanian daerah ini kelak mampu menyejahterakan seluruh petani tanpa ada yang tertinggal. (*/Hai)





