Gaya Hidup Buruk Jadi Pemicu Utama Penyakit Hemoroid, Dokter Bedah RSUD dr. H. Jusuf SK Ingatkan Pencegahan Sejak Dini

redaksi

Kaltaraa1. Com, Tarakan – Ambeien atau hemoroid merupakan bagian normal dari tubuh manusia berupa bantalan jaringan yang mengandung pembuluh darah di dalam anus. Bantalan ini berfungsi sebagai pengontrol buang air besar agar gas dan kotoran tidak keluar tanpa kendali. Namun, masalah timbul ketika bantalan tersebut mengalami pembengkakan atau turun keluar dari posisi normalnya.

Hal itu disampaikan dr. Sisca Dwi Agustina, Sp.B., M. Ked. Klin, Dokter Spesialis Bedah RSUD dr. H. Jusuf SK. Ia menjelaskan, kondisi tersebut dikenal sebagai hemoroid atau ambeien.

Menurutnya, ada dua faktor utama yang menyebabkan pembengkakan hemoroid, yaitu tekanan berlebih di area anus dan melemahnya jaringan penopang, terutama seiring bertambahnya usia. “Tekanan tinggi dalam perut dapat terjadi pada orang yang sering mengejan akibat sembelit, duduk terlalu lama, mengangkat beban berat, hamil, atau mengalami obesitas,” jelasnya, Kamis (30/10/2025).

Baca Juga  Kawal Kebijakan Eksekutif Sesuai Kepentingan Rakyat

Selain itu, diare kronis, penyakit vena, maupun kelemahan jaringan ikat sejak lahir juga meningkatkan risiko terjadinya ambeien.

Gaya Hidup Jadi Pemicu Terbesar,

dr. Sisca mengungkapkan, 70–80 persen kasus hemoroid berkaitan dengan kebiasaan hidup, terutama pola makan dan perilaku buang air besar. Konsumsi makanan rendah serat dan kurang minum air menyebabkan tinja mengeras, sehingga penderita harus mengejan lebih kuat.

“Tekanan yang meningkat membuat pembuluh darah melebar seperti balon dan akhirnya menonjol keluar,” ujarnya.

Kebiasaan duduk terlalu lama seperti pada pekerja kantoran, pengemudi jarak jauh, atau gamer juga menghambat aliran darah di area panggul dan anus sehingga memicu pembengkakan.

Pemeriksaan Klinis Adalah Kunci Diagnosis. Gejala yang sering dilaporkan pasien antara lain buang air besar berdarah, muncul benjolan dari anus, rasa nyeri, gatal, hingga tidak nyaman. Dokter akan melakukan wawancara medis serta pemeriksaan fisik melalui inspeksi dan colok dubur.

Baca Juga  RSUD dr. H. Jusuf SK Gelar “Semarak Merdeka”, Ajak Staf Hijaukan Kota Tarakan

“Bila dibutuhkan, pemeriksaan anoskop digunakan untuk melihat bagian dalam anus secara lebih detail,” terang dr. Sisca. Pemeriksaan laboratorium juga dilakukan apabila perdarahan cukup banyak untuk menilai kadar hemoglobin pasien.

Penanganan Disesuaikan Derajat Keparahan, Ambeien dibagi dalam derajat I hingga IV. Pada derajat ringan (I–II), terapi konservatif menjadi pilihan utama. “Fokusnya adalah mengubah gaya hidup dan pola makan untuk melancarkan buang air besar dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah anus,” jelasnya.

Perawatan meliputi:

• Konsumsi serat tinggi dan cukup air

• Menghindari makanan pedas, alkohol, dan kafein berlebih

• Mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama

• Olahraga rutin

• Obat-obatan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan

• Sitz bath, kompres dingin, serta menjaga kebersihan anus

Jika tidak membaik, tindakan rawat jalan seperti ligasi karet, skleroterapi, atau koagulasi dapat dilakukan. Sementara derajat berat (III–IV) dengan benjolan menetap dan perdarahan berulang memerlukan tindakan operasi seperti hemoroidektomi atau teknik modern berbantuan doppler (THD).

Baca Juga  DPRD Kaltara Desak Perbaikan Jalan Rusak, Soroti Akses Tanah Kuning dan Peso

Pencegahan Lebih Baik daripada Mengobati. dr. Sisca menegaskan, keberhasilan penanganan sangat ditentukan oleh perubahan perilaku pasien. “Obat dan operasi hanya memperbaiki kondisi yang sudah terjadi, tetapi gaya hidup yang baik mencegah kekambuhan,” tegasnya.

Ia menyarankan masyarakat untuk:

• Tidak menahan keinginan buang air besar

• Mengatur waktu di toilet tidak lebih dari 5 menit

• Menjaga berat badan ideal

• Melakukan senam kegel bagi ibu hamil dan pascamelahirkan

“Mulailah dengan pola makan sehat dan cukup gerak. Ini adalah langkah sederhana namun sangat penting untuk mencegah ambeien dan menghindari operasi di kemudian hari,” tutup dr. Sisca.

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer