Soroti Kelemahan Belajar Daring, Ketua Komisi I DPRD Bulungan: Anak Malah Asyik Main HP

redaksi

Kaltara a1. com, Tanjung Selor — Sistem pembelajaran jarak jauh atau daring kembali menuai sorotan dari kalangan legislatif. Komisi I DPRD Kabupaten Bulungan menilai metode belajar dari rumah memiliki banyak kelemahan signifikan, terutama terkait penurunan tingkat kedisiplinan dan fokus belajar para siswa.

Anggota Komisi I DPRD Bulungan menyoroti fenomena di lapangan yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak mampu memanfaatkan waktu belajar secara maksimal saat berada di rumah. Kurangnya pengawasan intensif disinyalir menjadi penyebab utama siswa kerap terdistraksi oleh hal lain di luar materi pelajaran.

Ketua Komisi I DPRD Bulungan, Rozana Bin Serang, mengungkapkan bahwa ketiadaan interaksi fisik dan pengawasan langsung dari guru membuat anak-anak cenderung meremehkan proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

Baca Juga  DPRD Bulungan Minta Disdikbud Tuntaskan Masalah Sekolah

“Kalau di rumah itu kadang bukan belajar, tapi main handphone. Jadi lebih baik belajar di sekolah,” ujar Rozana saat memberikan keterangan di Tanjung Selor.

Ancam Kualitas Pendidikan dan Karakter Anak

Rozana menegaskan, jika kebiasaan belajar di rumah tanpa pengawasan ketat ini terus dibiarkan, dampak negatifnya akan berimbas langsung pada penurunan kualitas mutu pendidikan di Kabupaten Bulungan. Siswa dinilai menjadi kurang bersungguh-sungguh dan kehilangan daya tangkap terhadap materi formal.

Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki ekosistem yang tidak bisa digantikan oleh teknologi ponsel pintar. Di sekolah, hadirnya sosok pendidik serta atmosfer kompetisi antarsiswa mampu membentuk pembiasaan disiplin, struktur waktu yang jelas, serta tanggung jawab belajar yang kuat.

Baca Juga  Kaltara Run Semarakkan HUT ke-81 RI, Gubernur Ajak Warga Terapkan Hidup Sehat dengan Berolahraga

“Kurangnya pengawasan langsung dari guru saat metode daring membuat siswa kurang serius. Lingkungan sekolah jauh lebih kondusif untuk membentuk karakter anak,” tuturnya.

Ungkap Pengalaman Pribadi sebagai Orang Tua

Tak hanya berbicara dari sudut pandang wakil rakyat, Rozana juga membagikan pengalamannya secara personal sebagai seorang orang tua. Ia mengaku secara tegas lebih memilih anak-anaknya menimba ilmu secara tatap muka di ruang kelas ketimbang harus duduk di depan layar ponsel di rumah.

Baca Juga  GPSDI Imanuel Mulai Bangun Gereja Permanen, Jemaat Apresiasi Dukungan Rozana

Sisi personal ini membuatnya sangat memahami kegelisahan para orang tua murid di Bulungan yang sering kali kesulitan mendampingi sekaligus mengawasi anak-anak mereka belajar sambil memegang gadget.

“Sebagai orang tua, saya tentu lebih memilih anak mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah. Suasana sekolah terbukti mampu mendorong anak-anak kita untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab terhadap kewajiban belajarnya,” tegas Rozana.

Oleh karena itu, Komisi I DPRD Bulungan mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk terus mempertahankan dan memperkuat sistem pembelajaran tatap muka, sekaligus membenahi fasilitas penunjang pendidikan agar hasil belajar siswa di bumi Bulungan semakin optimal.

(*/djn)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Ads - Before Footer