Kaltara a1. Com, Kaltara – Ketika Udara Kaltara Berubah Menjadi Ancaman Nyata bagi Pernapasan Warga
Dampak buruk dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) kini benar-benar telah dirasakan langsung oleh masyarakat. Berdasarkan data pengawasan epidemiologi, akumulasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara drastis telah menembus angka 5.541 kasus selama periode pemantauan.
Dari total keseluruhan kasus yang mengkhawatirkan tersebut, Kota Tarakan tercatat sebagai wilayah dengan penyebaran penderita tertinggi di Kaltara, yakni menyumbang sebanyak 3.078 kasus atau mencakup sekitar 55,55 persen dari total keseluruhan. Lonjakan tajam ini dipicu oleh kualitas udara yang memburuk akibat pekatnya kabut asap yang menyelimuti berbagai kawasan sejak beberapa pekan terakhir.
Menanggapi situasi darurat kesehatan ini, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara langsung mengambil langkah cepat guna memperketat pengawasan serta mengantisipasi lonjakan susulan yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
”Kita akan lakukan edukasi kepada masyarakat mengenai perlindungan dari asap,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya saat ini fokus dalam memastikan ketersediaan pasokan obat-obatan serta kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh kabupaten/kota terdampak.
”Termasuk memastikan ketersediaan obat dan sarana pelayanan kesehatan, serta meningkatkan koordinasi pertukaran data kualitas udara dan kesehatan,” pungkasnya.





