Kaltaraa1. Com, TARAKAN — Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan terus memperkuat pelayanan darurat dengan menekankan kecepatan, ketepatan, serta komunikasi yang humanis kepada pasien dan keluarganya.
Setiap pasien yang datang terlebih dahulu melalui sistem triase untuk menentukan tingkat kegawatannya.
Pasien gawat darurat segera ditangani di ruang resusitasi, sementara pasien dengan kondisi lebih ringan diarahkan ke ruang observasi sesuai prioritas. Proses ini didukung oleh tenaga medis terlatih dan sarana prasarana yang terus ditingkatkan.
Selain aspek penanganan medis, pihak IGD menaruh perhatian besar pada edukasi pasien dan keluarga.
Dokter maupun perawat menyampaikan analisa awal berdasarkan pemeriksaan fisik dan penunjang, lalu menjelaskan opsi perawatan yang dapat ditempuh. Dalam banyak kasus, pasien dianjurkan menjalani rawat inap untuk observasi lanjutan sebelum diputuskan apakah membutuhkan tindakan operasi atau cukup dengan perawatan konservatif.
“Komunikasi terbuka sangat penting. Dengan pemahaman yang jelas, pasien maupun keluarga dapat mengambil keputusan medis dengan lebih tenang,” ujar dr. Ronald, SpAn-TI, FCTA, Kabid Pelayanan Medik RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan.
Saat ini IGD memiliki sejumlah fasilitas yang cukup memadai, termasuk bed observasi prioritas, ruang PONEK, serta ruang tindakan. Kapasitas ini bahkan bisa ditambah menggunakan extra bed jika jumlah pasien meningkat.
Dengan sistem layanan yang terukur serta edukasi berkesinambungan, RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan menegaskan komitmennya untuk menjadi rujukan utama layanan gawat darurat di Kalimantan Utara.





