Kaltaraa1. Com, TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai memetakan sejumlah titik yang berpotensi menjadi daerah rawan kecelakaan lalu lintas di wilayah Tanjung Selor. Program ini dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun 2025 sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Darat Dishub Kaltara, Desi Witasari, SE., MPA, mengatakan bahwa proses identifikasi titik rawan kecelakaan saat ini telah memasuki tahap pengumpulan dan penyusunan data. Tim teknis Dishub sedang menuntaskan rekapitulasi lokasi sebelum ditindaklanjuti ke tahap verifikasi lapangan.
“Proses rekapannya sedang berjalan. Rencananya, Senin mendatang saya akan meminta laporan lengkap dari tim untuk memastikan titik-titik mana saja yang akan menjadi prioritas,” ujar Desi saat ditemui pada Sabtu (29/11/2025).
Menurut dia, kegiatan ini bertujuan meminimalkan risiko kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua maupun roda empat. Penilaian awal menunjukkan adanya sejumlah titik di Tanjung Selor yang kerap menjadi lokasi insiden lalu lintas, baik akibat kelalaian pengguna jalan maupun kondisi medan yang kurang mendukung.
“Kami menemukan beberapa lokasi yang sering terjadi kecelakaan. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari kelengahan pengendara hingga kondisi jalan yang memicu potensi bahaya,” jelasnya.
Desi menerangkan bahwa metode pemetaan dilakukan melalui pengukuran manual di lapangan, kemudian dipadukan dengan pemetaan berbasis citra satelit untuk memastikan akurasi titik koordinat. Setelah seluruh lokasi ditetapkan, Dishub akan memasang rambu peringatan di area-area yang dikategorikan sebagai titik rawan.
“Nantinya, rambu peringatan rawan kecelakaan akan dipasang di setiap lokasi yang telah ditetapkan. Harapannya, keberadaan rambu-rambu tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan dan menekan angka kecelakaan,” tutupnya. (Fhrl/Adv)





