Kaltaraa1. Com, TANJUNG SELOR— Layanan transportasi laut di Kalimantan Utara bakal mengalami banyak perubahan. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltara kini tengah mendorong penerapan sistem digital di pelabuhan, mulai dari parkir elektronik, pembayaran non-tunai, sampai penyediaan tiket online untuk penumpang.
Kepala Dishub Kaltara, H. Idham Chalid, menjelaskan bahwa penerapan digitalisasi ini dilakukan bertahap. Meski parkir di wilayah kabupaten/kota menjadi kewenangan pemda masing-masing, khusus pelabuhan yang dikelola provinsi, Dishub mulai mempersiapkan penerapan sistem parkir modern.
“Di pelabuhan kita sudah pasang portal masuk dan keluar. Selama ini masih pakai karcis manual, tapi nanti seluruh pembayaran diarahkan non-tunai. Mirip seperti sistem parkir di bandara atau mall, dihitung otomatis dan lebih tertib,” jelas Idham, Senin (1/12).
Menurutnya, sistem parkir otomatis ini membuat pengawasan lebih mudah, mengurangi risiko kebocoran pendapatan, dan tentu saja memudahkan masyarakat yang sudah terbiasa dengan sistem pembayaran digital.
Selain parkir, Dishub juga bergerak cepat menata sistem retribusi untuk kapal dan speedboat. Mulai September lalu, beberapa layanan sudah bisa dibayar tanpa uang tunai, baik melalui QRIS, transfer bank, maupun kartu elektronik.
“Ada tiga skema. Bisa QRIS, bisa transfer, bisa pakai kartu. Kita dibantu oleh perbankan seperti BPD dan BRI. Targetnya semua pembayaran retribusi tidak pakai tunai lagi,” kata Idham.
Ia menegaskan, digitalisasi ini bukan hanya soal kemudahan bagi pengguna jasa, tetapi juga bagian dari upaya menertibkan pendapatan daerah. Data transaksi lebih jelas, proses pelaporan lebih rapi, dan potensi kebocoran bisa ditekan.
Dishub Kaltara juga sudah memulai penerapan tiket online untuk layanan penyeberangan tertentu. Dengan sistem ini, masyarakat bisa memesan tiket tanpa harus menunggu di loket.
“Sebagian tiket online sudah jalan. Kita ingin bertahap semuanya masuk digital supaya lebih aman, rapi, dan mempermudah penumpang,” ujarnya.
Sistem tiket online juga dinilai membantu mengurangi antrean panjang, terutama saat musim libur atau akhir pekan ketika pelabuhan biasanya lebih padat.
Idham menilai, digitalisasi ini penting agar Kaltara tidak tertinggal dari daerah-daerah yang sudah lebih dulu menerapkan sistem serupa. Transformasi digital juga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperbaiki tata kelola layanan pelabuhan secara menyeluruh.
“Apa pun yang bisa bikin layanan jadi lebih cepat dan aman, kita upayakan. Tahun depan juga akan ada inovasi baru yang sedang kita siapkan. Intinya kita ingin layanan pelabuhan lebih modern,” tambahnya.
Dengan perubahan bertahap ini, Dishub menargetkan seluruh layanan pelabuhan di Kaltara bisa lebih transparan, terkontrol, dan mudah diakses. Masyarakat pun diharapkan mendapatkan pengalaman layanan yang lebih baik dibanding sebelumnya.(RT)





