Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Utara memfasilitasi kegiatan studi tiru pengelolaan lingkungan hidup yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan praktik baik antarwilayah dalam upaya peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan.
Dalam kunjungan tersebut, DLH Kota Tarakan memaparkan berbagai program unggulan yang telah diterapkan, khususnya terkait pelaksanaan Program Kampung Iklim (PROKLIM). Pemaparan disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) DLH Kota Tarakan, Chaizir Zain, S.STP., M.H., yang menjelaskan strategi pelibatan masyarakat serta langkah adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal.
Selain PROKLIM, rombongan juga memperoleh penjelasan teknis mengenai penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), baik pada kegiatan cold storage maupun industri batik di Kota Tarakan. Materi tersebut dinilai relevan sebagai referensi bagi Kabupaten Berau dalam memperkuat pengelolaan limbah industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Rombongan DLHK Kabupaten Berau dipimpin oleh Kepala Bidang PPKLH, Ida Ayu, S.Pi., M.P., yang menyampaikan apresiasi atas keterbukaan DLH Kota Tarakan dalam berbagi pengalaman dan praktik pengelolaan lingkungan. Sementara itu, kegiatan ini turut didampingi dan dipimpin langsung oleh Kepala DLH Provinsi Kalimantan Utara, Hairul Anwar, S.Hut., M.AP.
Hairul Anwar menegaskan bahwa studi tiru ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk mendorong sinergi antardaerah dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks. “Melalui kolaborasi dan berbagi praktik baik seperti ini, diharapkan kapasitas daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup dapat terus meningkat, khususnya dalam pengendalian pencemaran, pengelolaan limbah, serta adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).
Ia berharap, hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan dan dikembangkan sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah, sehingga pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Kalimantan Utara dan sekitarnya dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan berwawasan keberlanjutan. (Fhrl/Adv)





