Industri Jalan Terus, DLH Kaltara Tegaskan Lingkungan dan Ekologi Tetap Jadi Fokus

redaksi

Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Utara menegaskan bahwa pembangunan industri yang terus berkembang di daerah tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan hidup.

Perlindungan terhadap ekosistem, keanekaragaman hayati, serta keseimbangan alam tetap menjadi fokus utama dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Utara, Hairul Anwar, menyampaikan bahwa keberlanjutan lingkungan harus berjalan seiring dengan pertumbuhan industri.

Menurutnya, kemajuan ekonomi tidak boleh dicapai dengan mengesampingkan aspek ekologi yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

“Pembangunan industri memang penting, tetapi kita tidak boleh melupakan lingkungan. Menjaga ekosistem, satwa, dan keanekaragaman hayati adalah komitmen kami. Ke depan, meskipun industri berjalan, aspek lingkungan dan ekologi tetap harus menjadi perhatian utama,” ujar Hairul, hari ini tadi.

Baca Juga  Wabup Nunukan Hadiri Pisah Sambut Danramil Lumbis

Hairul menjelaskan bahwa upaya menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tugas DLH semata. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku usaha, serta masyarakat memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan.

“Tanggung jawab menjaga lingkungan tidak hanya berada di satu instansi, tetapi menjadi kewajiban semua pihak. Ini adalah kerja bersama, bukan hanya DLH,” tegasnya.

Baca Juga  TP Posyandu, Pokja Bunda PAUD, dan Dekranasda Kabupaten Nunukan Resmi Dilantik untuk Masa Bakti 2025–2030

DLH Kaltara, lanjut Hairul, juga terus mendukung berbagai upaya perlindungan lingkungan, khususnya dalam menjaga habitat satwa dan keanekaragaman hayati yang ada di Kalimantan Utara.

Ia menilai, wilayah Kaltara memiliki kekayaan alam yang besar sehingga perlu dikelola secara bijak agar tetap lestari untuk generasi mendatang.

Selain itu, DLH Kaltara turut mendorong pengembangan energi hijau yang mulai berprogres di Kalimantan Utara. Pemerintah, kata Hairul, secara bertahap mulai mengarahkan kebijakan energi nasional untuk meninggalkan penggunaan bahan bakar fosil.

“Ke depan, Indonesia memang menuju ke energi hijau. Kita mulai meninggalkan bahan bakar fosil, dan pembangkit listrik ke depan diharapkan bisa lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga  Kabar Gembira! Beasiswa 7 Miliar untuk 1.024 Siswa dan Mahasiswa Segera Diluncurkan Pemkab Nunukan

Menurutnya, pengembangan energi ramah lingkungan menjadi salah satu solusi untuk menekan dampak negatif industri terhadap lingkungan.

DLH Kaltara memastikan akan terus mendukung kebijakan dan program yang sejalan dengan upaya pengurangan emisi serta perlindungan ekosistem.
Dengan komitmen tersebut, DLH Kaltara berharap pembangunan industri di Kalimantan Utara dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah, sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekologi secara berkelanjutan. (adv/Erc)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer