Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus memperkuat upaya percepatan tanam sebagai strategi peningkatan produksi berbagai komoditas strategis. Langkah ini sejalan dengan arahan Kementerian Pertanian RI dalam menghadapi potensi darurat pangan akibat dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan sektor pertanian nasional.
Menteri Pertanian RI menegaskan bahwa seluruh jajaran harus turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan, memastikan kesiapan sarana dan prasarana, serta mempercepat persiapan masa tanam. Hal ini dilakukan guna menjaga stabilitas produksi dan menjamin ketersediaan pangan.
Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian RI, Dr. Muhammad Amin, S.Pi., M.Si., melakukan kunjungan ke sejumlah daerah sentra padi di Kalimantan Utara beberapa pekan lalu. Dalam kunjungan tersebut, ia juga berkesempatan bertemu Gubernur Kalimantan Utara, didampingi Kepala Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kalimantan Timur, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara.
Dalam pertemuan itu, Dr. Muhammad Amin menekankan pentingnya percepatan tanam sebagai langkah mendukung ketahanan pangan. Ia menilai Kalimantan Utara memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi daerah swasembada beras. Ketersediaan lahan yang luas serta posisi geografis strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadi nilai tambah bagi pengembangan sektor pertanian di wilayah tersebut. Selain itu, Kaltara juga memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu penyangga pangan Ibu Kota Negara.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sendiri telah memprogramkan optimalisasi 10.000 hektare lahan pertanian di berbagai kabupaten/kota. Program ini akan melibatkan TNI AD serta Penyuluh Pertanian Lapangan untuk memastikan percepatan tanam berjalan efektif. Upaya ini telah mulai didorong melalui penyaluran bantuan pompa air (pompanisasi) sebagai solusi bagi lahan pertanian yang belum terjangkau sistem irigasi konvensional.
Sebagai langkah awal percepatan, pemerintah merencanakan pencanangan Gerakan Percepatan Tanam Padi yang akan dilaksanakan di Desa Antutan. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga akan menyerahkan sejumlah bantuan alat dan mesin pertanian secara simbolis untuk mendukung produktivitas petani.
Menutup pertemuan, Gubernur Kalimantan Utara menyampaikan harapannya agar generasi muda semakin mencintai dunia pertanian dan berperan aktif dalam memajukan sektor yang menjadi penopang utama ketahanan pangan daerah maupun nasional.
⸻
Jika Anda ingin versi yang lebih ringkas, versi feature-style, atau ingin menambahkan kutipan langsung, saya dapat membantu menyesuaikannya. (Fhrl/Adv)





