Puluhan Atlet MTB Adu Cepat di Hutan Kota Bundahayati, Biker dari Surabaya hingga Kutai Kartanegara Ramaikan Lintasan Ekstrem

redaksi

Kaltaraa1.com, TANJUNG SELOR – Suasana Hutan Kota Bundahayati mendadak riuh, Sabtu (11/10), saat puluhan atlet Mountain Bike (MTB) dari berbagai daerah saling adu cepat menaklukkan lintasan ekstrem dalam kompetisi seru yang digelar untuk pertama kalinya sejak 2019.

Sebanyak 56 peserta dari berbagai daerah seperti Surabaya, Sumatra Selatan, Kutai Kartanegara, Berau, hingga tuan rumah Tanjung Selor, unjuk kemampuan di jalur yang dirancang khusus untuk menguji teknik dan stamina. Mereka berlaga di berbagai kategori, mulai dari Men Junior, Men Open, Men Master, hingga Women Open.

Lintasan sepanjang beberapa kilometer itu menyuguhkan tantangan menanjak dan turunan curam yang membuat para atlet harus tampil penuh konsentrasi dan keberanian.

Baca Juga  Wagub Ajak IKA SMKN 1 Tanjung Selor Bersinergi Membangun Pendidikan Vokasi

Salah satu peserta asal Berau, Marco, sukses menyabet podium pertama di kelas Men Master. Ia mengaku puas dengan hasil yang diraih dan memuji kualitas jalur yang disiapkan panitia.

“Alhamdulillah bisa podium satu. Rutenya cukup menantang, terutama di tiga titik tanjakan yang cukup berat,” ungkap Marco usai lomba.

Ia berharap event seperti ini bisa terus berlanjut di masa depan dengan jumlah peserta yang lebih banyak dan melibatkan lebih banyak komunitas sepeda.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKOP) Kabupaten Bulungan, Septi Ding, menyambut baik kehadiran atlet dari luar daerah. Ia menilai ini sebagai sinyal positif bahwa event MTB di Bulungan mulai menarik perhatian nasional.

Baca Juga  Bustan Apresiasi Capaian SPM Award 2025, Wujud Kerja Nyata Pemprov Kaltara

“Ada biker dari Surabaya, Sumatera, Kutai Kartanegara, dan Berau. Ini patut diapresiasi karena sudah lama tidak ada event seperti ini di Bulungan, terakhir digelar pada 2019,” ujarnya.

Septi juga berharap ke depan kompetisi ini dapat menjadi ajang penjaringan bibit-bibit baru di dunia sepeda gunung, khususnya dari kalangan muda di Bulungan.

“Saat ini, kebanyakan yang aktif adalah senior. Tapi di daerah lain, seperti Berau, sudah banyak anak mudanya. Harapan kami, setelah event ini akan muncul generasi baru dari Bulungan yang bisa bersaing di level lebih tinggi,” tambahnya.

Wakil Ketua Ikatan Sepeda Indonesia (ISI) Bulungan, Suyatno, menuturkan bahwa pihaknya telah menyiapkan atlet binaan, meski sebagian besar masih fokus pada kategori Road Bike. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan kecamatan dalam mendukung dan membina cabang olahraga ini.

Baca Juga  Waspada Penularan Cacar Monyet, Dinkes Tarakan Tetap Lakukan Pemeriksaan Sampel

“Beberapa atlet kita juga sedang menjalani pelatihan di luar daerah. Kami berharap ke depan ada lebih banyak atlet dari kecamatan yang bisa tampil dan berprestasi di ajang seperti ini,” ujarnya.

Dengan atmosfer kompetitif dan antusiasme peserta serta penonton yang tinggi, gelaran MTB di Hutan Kota Bundahayati bukan hanya sukses sebagai ajang olahraga, tapi juga menjadi daya tarik wisata dan pemicu semangat olahraga masyarakat Bulungan. (Erc)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer