Kaltara a1. Com, Tanjung Selor — Di tengah gulungan asap pekat dan raungan jago merah yang melahap lahan, deru mesin truk pemadam dan riuh suara petugas gabungan saling sahut-menyahut. Tampak personel dari BPBD Kabupaten Bulungan, Polres Bulungan, Manggala Agni, hingga unit Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bahu-membahu melokalisasi pergerakan api agar tidak kian meluas.
Di garis belakang, rantai pasokan air terus dijaga tanpa putus. Dua unit truk tangki air berkapasitas masing-masing 4.000 liter disiagakan penuh, menyuplai ribuan liter air ke titik-titik krusial pemadaman. Sinergi lintas instansi ini menjadi kunci vital dalam menahan laju Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang mengancam pemukiman serta ekosistem sekitar.
Dukungan teknis dari pusat menjadi penopang penting percepatan penanganan di lapangan. Berdasarkan siaran pers resmi yang diterbitkan, bantuan armada dan personel ini merupakan bentuk tanggap darurat pemerintah pusat melalui unit pelaksana teknisnya di daerah.
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Utara bergerak cepat menerjunkan personel dan sarana prasarana guna mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Bulungan.
Dalam operasi darurat ini, BPBPK Kaltara menyiagakan dua unit truk tangki air berkapasitas total 8.000 liter untuk menjamin ketersediaan pasokan air bagi tim pemadam gabungan yang terdiri dari BPBD Bulungan, Polres Bulungan, dan Manggala Agni.
Kepala BPBPK Kalimantan Utara, Syafrudin, menegaskan bahwa pengerahan armada ini merupakan komitmen nyata tanggap darurat Kementerian PU dalam mendampingi pemerintah daerah.
”Melalui dukungan personel dan sarana prasarana yang tersedia, kami berupaya membantu mempercepat proses pemadaman dan pengendalian api, sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar lokasi,” ujar Syafrudin.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan kondisi darurat bencana. Melalui unit pelaksana teknis di Kalimantan Utara, pemerintah memastikan langkah-langkah pendampingan dan penyediaan fasilitas pendukung akan terus berjalan optimal demi meminimalkan potensi dampak asap serta melindungi masyarakat terdampak.(*/Hai)





