Kaltara a1. com, BULUNGAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, menegaskan pentingnya posisi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam menopang stabilitas dan keberlanjutan ekosistem keuangan di wilayahnya. Penegasan ini disampaikan di tengah isu perbankan daerah yang sempat menjadi perhatian publik.
Zainal menilai, BPD bukan sekadar lembaga keuangan tempat menyimpan Dana Alokasi Umum (DAU) atau kas daerah, melainkan mitra strategis pemerintah provinsi dalam menggerakkan roda perekonomian lokal.
“BPD memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Hubungan yang terjalin selama ini bukan hanya transaksi formal, melainkan kemitraan untuk pembangunan daerah,” tutur Zainal di Bulungan.
Menurut Gubernur, penempatan pengelolaan gaji (payroll) Aparatur Sipil Negara (ASN) di BPD memberikan dampak domino yang positif terhadap perputaran uang di Kaltara. Aktivitas transaksi ribuan pegawai Pemprov yang terpusat di bank daerah terbukti mampu menghidupkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyerapan kredit serta likuiditas daerah yang terjaga.
Ia menambahkan, keberadaan BPD yang kuat sangat dibutuhkan untuk menjangkau layanan perbankan hingga ke pelosok Kaltara. Kehadiran fisik serta fleksibilitas bank daerah dinilai lebih memahami karakteristik perbatasan dan kebutuhan masyarakat setempat ketimbang bank nasional lainnya.
“Penyaluran gaji ASN melalui BPD ini berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi dan perputaran transaksi keuangan di daerah. Keberadaan BPD sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem keuangan Kaltara,” jelasnya.
Melalui komitmen pemerintah daerah untuk tetap memercayakan pengelolaan keuangan kepada BPD, Zainal berharap bank daerah tersebut terus meningkatkan kualitas layanan digitalnya. Dengan demikian, BPD tidak hanya menjadi mitra andal bagi ASN, tetapi juga semakin kompetitif dalam melayani seluruh lapisan masyarakat di Bumi Benuanta.





