Kaltara a1. com, TIDENG PALE – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung dalam memacu ketahanan pangan daerah terus direalisasikan melalui aksi nyata di lapangan. Guna mendongkrak produktivitas sektor pertanian, Pemkab Tana Tidung melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) kini tengah mengebut pengerjaan normalisasi saluran irigasi di Desa Safari, Kecamatan Muruk Rian.
Langkah taktis ini menjadi fokus utama program pengembangan dan pengelolaan jaringan pengairan tahun 2026. Sasaran utamanya adalah memulihkan fungsi saluran irigasi sepanjang satu kilometer yang selama ini mengalami kendala aliran.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPRKP Tana Tidung, Nur Huda, menjelaskan bahwa pembenahan ini sangat mendesak dilakukan mengingat kondisi saluran yang mulai tertutup sedimentasi serta material tanah. Akibatnya, pasokan air menuju lahan pertanian warga tidak dapat mengalir secara maksimal.
“Memang kawasan tersebut sudah berupa areal persawahan dan memiliki saluran. Namun karena ada bagian yang tertutup dan mengendap, kita bantu pengerukan supaya aliran air bisa kembali lancar dan menjangkau sawah petani,” ujar Nur Huda.
Sentuhan infrastruktur ini diproyeksikan memberikan dampak langsung yang sangat signifikan bagi keberlangsung aktivitas bertani masyarakat. Pasokan air yang kembali lancar dipastikan bakal menghidupkan pasokan pengairan untuk kurang lebih 20 hektare lahan sawah produktif di kawasan Desa Safari dan sekitarnya.
Tidak bergerak sendiri, Dinas PUPRKP Tana Tidung menjalin kolaborasi terpadu bersama Dinas Pertanian. Sinergi lintas instansi ini dilakukan demi menyesuaikan sistem pembagian air dengan target Indeks Pertanaman (IP) yang telah dipetakan, sehingga jadwal masa tanam dan panen petani dapat berjalan lebih presisi.
“Dampaknya sangat positif untuk membantu petani mengairi sawah sesuai target Indeks Pertanaman yang kita kerjasamakan dengan Dinas Pertanian. Dengan begitu, hasil panen masyarakat di wilayah Safari dan sekitarnya bisa tercapai secara optimal sesuai harapan,” tambah Nur Huda.
Pengerjaan pengerukan dan pembersihan saluran penghubung ini dipastikan tidak akan memakan waktu lama. Dinas PUPRKP menargetkan proyek perbaikan jaringan pengairan ini dapat tuntas sepenuhnya hanya dalam kurun waktu beberapa minggu ke depan, sehingga air dapat langsung mengalir segar menyirami bulir-bulir padi milik petani.





