Kaltara Naikan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor, POL-PP Siapkan Pengamanan Distribusi Logistik ke Daerah Terdampak Bencana

redaksi

Kaltaraa1.com, TANJUNG SELOR- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Kalimantan Utara (Kaltara) Lewi Lawai menghadiri rapat koordinasi penanggulangan bencana banjir dan longsor di ruang rapat Benuanta, gadis 2 Lantai 1 pada Senin 26 Mei.

Rapat koordinasi yang juga dihadiri PJ Sekrov Kaltara, Organisasi Perangakat Daerah (OPD) dan Forum Koordinasi Perangkat Daerah (Forkopimda) memutuskan status siaga tanggap darurat bencana banjir dan longsor yang terjadi di 3 daerah di Kaltara.

Baca Juga  Pelabuhan Tengkayu I Tarakan Siagakan Posko Nataru 2025 untuk Kawal Keselamatan Penumpang

Lewi yang ditemui Kaltaraa1 usai mengikuti rapat koordinasi menyatakan, kesiapan pihaknya pasca ditetapkan status tanggap darurat bencana alam di bumi benuanta.

“Kami Pol-PP nyatakan kesiapan sebagai salah satu yang terlibat dalam penanganan bencana banjir dan longsor yang terjadi di Bulungan, Malinau dan Nunukan,” ujarnya.

“Ya kalau di dalam SK Pol-PP itu dilibatkan, dan sesuai tugas dan fungsi kita tentunya akan melakukan pengamanan terutama pada distribusi logistik,” tambah dia.

Baca Juga  Kualitas Layanan IGD RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Ditingkatkan, Komunikasi Medis Jadi Prioritas

Lewi juga yang menyambut baik langkah cepat pemerintah dalam menangani bencana banjir dan longsor yang menyebabkan kerusakan infrastruktur, kerugian material, korban jiwa bahkan menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh total.

Sehingga menurutnya langkah cepat yang diambil pada saat rapat sebagai upaya percepatan pemerintah dalam menangani masalah banjir dan longsor yang terjadi khsususnya di wilayah Malinau dan Nunukan.

Baca Juga  Gubernur Zainal Pastikan Semua Wilayah di Kaltara Jadi Atensi Pembangunan

“Kami tentunya akan mengawal proses penanganan bencana terutama distribusi logistik, dan ini sudah menjadi tugas Pol-PP memastikan agar prosesnya distribusi berjalan lancar untuk mengantisipasi hal –hal yang tidak diinginkan seperti penjarahan logistik yang akan disalurkan,” bebernya.

“Intinya kami siap menjalankan pengamanan proses penanganan bencana yang terhitung mulai 26 Mei hingga 8 Juni mendatang, bahkan untuk distribusi kita juga punya alat operasional,” tutupnya. (adv/Erc)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Ads - Before Footer