Kaltaraa1. Com, TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara tengah mematangkan rencana pembangunan terminal penumpang baru di kawasan Pelabuhan Tengkayu I, Kota Tarakan. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi laut dan menata kembali aktivitas ekonomi di area pelabuhan agar lebih tertib dan nyaman.
Kepala Dishub Kaltara, H. Idham Chalid, mengatakan terminal baru akan dibangun di sekitar area parkiran Pelabuhan Tengkayu I yang selama ini dipadati pedagang dan agen tiket. Nantinya, semua aktivitas penjualan dan pelayanan penumpang akan terpusat di dalam gedung baru.
“Kami sudah mengusulkan pembangunan terminal baru. Semua akan kami tertibkan di sana, termasuk loket tiket dan ruang tunggu VIP. Kami berharap pembangunan dapat dimulai tahun depan,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Menurut Idham, seluruh dokumen teknis telah disiapkan, mulai dari konsep desain hingga jumlah kios yang diperuntukkan bagi pedagang serta agen penjualan tiket. Ia memastikan pembangunan tidak membutuhkan reklamasi karena memanfaatkan lahan yang sudah tersedia dan cukup memanjang di tepi pelabuhan.
Dishub menargetkan konstruksi terminal dapat dikerjakan dalam satu tahap pelaksanaan. Namun, bagian bangunan bertingkat kemungkinan diselesaikan melalui dua tahap, dengan estimasi anggaran sebesar Rp14 miliar hingga Rp15 miliar.
“Jika dapat dikerjakan dalam satu kali pelaksanaan tentu tidak perlu menunggu terlalu lama. Tetapi pembangunan bagian atas bisa dilakukan secara bertahap,” katanya.
Terminal yang direncanakan bukan sekadar fasilitas keberangkatan penumpang. Gedung ini akan dilengkapi ruang multifungsi yang dapat disewakan untuk berbagai kegiatan masyarakat maupun pemerintah, seperti rapat, pesta pernikahan, hingga gudang penyimpanan barang. Ruang kosong di area sekitar terminal juga disiapkan untuk kebutuhan parkir alat berat.
Dalam jangka panjang, pemerintah membuka peluang kawasan ini dikembangkan sebagai pusat kegiatan ekonomi baru. Bahkan, Gubernur Kaltara sempat mengusulkan adanya fasilitas hotel singgah untuk menunjang aktivitas pelabuhan dan wisatawan.
“Nanti perencanaannya kami siapkan. Untuk pembangunan hotel, kami sangat terbuka bagi investor yang berminat,” tambah Idham.
Idham menegaskan pemindahan pedagang ke dalam gedung terminal merupakan upaya penataan sekaligus optimalisasi pendapatan daerah melalui retribusi resmi. Selama ini, keberadaan pedagang di area parkir dinilai menyalahi fungsi utama terminal pelabuhan.
“Terminal itu khusus penumpang, bukan tempat berjualan. Karena itu, pedagang harus ditata pada lokasi yang sesuai agar kegiatan berjalan tertib,” tegasnya.
Selain pembangunan terminal, Dishub Kaltara juga mengalokasikan anggaran perubahan tahun ini untuk pemasangan kamera pengawas (CCTV), jalur pedestrian, dan kanopi peneduh di Pelabuhan Tengkayu I. Kebutuhan fasilitas tambahan akan diusulkan dalam anggaran murni 2026.
Dengan berbagai rencana pengembangan tersebut, Dishub berharap wajah Pelabuhan Tengkayu I menjadi lebih representatif sebagai gerbang transportasi laut dan pusat layanan publik di Kaltara. (Fhrl/Adv)





