Lonjakan Pasien di IGD RSUD dr. H. Jusuf, SK Dipicu Cuaca Tak Menentu dan Peningkatan Rujukan

redaksi

Kaltaraa1. Com, Tarakan – Lonjakan jumlah pasien dalam dua bulan terakhir terjadi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. H. Jusuf, SK. Peningkatan tersebut diduga kuat dipengaruhi peralihan musim serta curah hujan yang tidak menentu.

Dokter Umum RSUD dr. H. Jusuf, SK, dr. Tesa Iswa Rahman, mengatakan kondisi cuaca yang berubah-ubah memicu meningkatnya kasus penyakit infeksi, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan gangguan pencernaan seperti gastroenteritis atau diare.

Baca Juga  Meningkatkan Akses Air Bersih dan Sanitasi untuk Melawan Stunting di Kaltara

“Faktor lonjakan pasien ini bisa terkait peralihan musim serta hujan yang tidak menentu. Kondisi tersebut sering memicu kenaikan kasus ISPA dan gangguan pencernaan,” ujar dr. Tesa, Selasa (4/11/2025).

Selain itu, status RSUD dr. H. Jusuf, SK sebagai rumah sakit rujukan turut memberikan kontribusi peningkatan jumlah pasien. Ketika fasilitas kesehatan lain penuh, pasien rujukan dari berbagai wilayah sekitar Tarakan juga dialihkan ke RSUD.

Untuk menyiasati lonjakan tersebut, pihak rumah sakit menerapkan sejumlah strategi. Di antaranya mengoptimalkan sistem triase untuk mengklasifikasikan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan, sehingga pasien kritis tetap mendapatkan penanganan segera.

Baca Juga  DPRD Kaltara Beri Masukan di Rancangan Awal RPJMD 2025-2029 Sebelum Masuk ke Penyusunan Rancangan

“Kami juga menambah kapasitas tempat tidur dan area perawatan di IGD bila dibutuhkan, serta menyesuaikan jadwal jaga tenaga medis agar tetap memadai,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Tesa mengungkapkan penyakit yang paling banyak ditangani dalam satu hingga dua bulan terakhir meliputi ISPA beserta komplikasinya seperti pneumonia, infeksi pencernaan, hingga kasus trauma akibat kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga  Membaca Komitmen Bersama dalam Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Kaltara

Kelompok usia anak-anak menjadi yang paling mendominasi kunjungan. Mereka lebih rentan mengalami ISPA, demam, serta diare saat perubahan cuaca ekstrem.

Meski terjadi lonjakan, dr. Tesa menegaskan pelayanan IGD tetap berjalan optimal karena didukung tenaga kesehatan terlatih dan sistem on-call dokter spesialis selama 24 jam.

“Peralatan medis kami lengkap dan terstandarisasi, termasuk laboratorium, rontgen, hingga CT scan yang siap mendukung pelayanan gawat darurat setiap saat,” tegasnya.

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer